Hillary Clinton dituntut korban serangan Benghazi

clinton

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Kedua orangtua memandang salah satu penyebab kematian karena mantan menlu AS ini menggunakan layanan email pribadi.

Orangtua dua warga negara Amerika Serikat yang tewas saat serangan pada tahun 2012 terhadap kota Benghazi, Libia, menuntut calon presiden Partai Demokrat, Hillary Clinton.

Patricia Smith dan Charles Wood -orangtua Sean Smith dan Tyrone Woods- mengajukan tuntutan terhadap Clinton atas dugaan kematian 'yang tidak benar' dan fitnah.

  • <link type="page"><caption> Donald Trump sebut Hillary Clinton sebagai 'iblis'</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/08/160802_dunia_trump_iblis" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Homer Simpson akan 'coblos' Hillary Clinton di pilpres AS</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/08/160801_majalah_homer_clinton" platform="highweb"/></link>

Lewat tuntutannya mereka menyatakan salah satu penyebab kematian anak mereka karena mantan menteri luar negeri ini menggunakan layanan email pribadi.

Kedua orangtua tersebut juga menuduhnya memfitnah mereka lewat sejumlah pernyataannya di media.

Kelompok militan berhaluan Islam menyerang kompleks diplomatik AS pada tahun 2012, menewaskan empat warga Amerika, termasuk duta besar Chris Stevens, saat Clinton menjabat menteri luar negeri.

Meskipun dewan DPR menyatakan Clinton tidak melakukan kesalahan pada permulaan tahun, masalah ini terus muncul selama kampanye kepresidenannya.

Tuntutan tersebut diajukan kelompok konservatif, Freedom Watch, yang mewakili para orangtua.