Diplomat Korut di London membelot ke Korea Selatan

Sumber gambar, GETTY IMAGES
Seorang diplomat utama Korea Utara yang hilang dari kedutaan besar negaranya di London telah membelot ke Korea Selatan, seperti disampaikan oleh pejabat di Seoul.
Thae Yong-ho dan keluarganya berada dalam perlindungan pemerintah, seperti disampaikan oleh seorang pejabat di Korea Selatan.
Thae merupakan wakil duta besar dan diperkirakan sebagai pejabat tertinggi Korea Utara yang pernah membelot.
Misi utamanya di London untuk menyebarkan persepsi positif tentang pimpinan Korea Utara.
Thae mendapatkan tekanan dari pemerintahnya untuk menepis kritik terhadap catatan HAM di Korea Utara, seperti disampaikan oleh sumber.
- <link type="page"><caption> Korea Utara 'bertanggung jawab' atas pencurian data</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160728_dunia_korea_utara_mencuri" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Kim Jong-un tidak lagi bisa mendapatkan jam Swiss</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/07/160725_majalah_korea_swiss" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Korut luncurkan rudal yang mendarat di perairan Jepang</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/08/160803_dunia_korut_ujicobarudal" platform="highweb"/></link>
Koresponden diplomatik BBC James Robbins, mengatakan tampaknya Thae tidak ingin melakukan pekerjaan untuk membela Korea Utara.
Di masa lalu, Thae mengatakan Inggris telah melakukan cuci otak terhadap kelas yang berkuasa sehingga mereka mempercayai kebohongan yang "mengejutkan, menakutkan" tentang Korea Utara di bawah kepemimpinan Kim Jong-un.
"Jika orang di negara ini, atau di Amerika, mengetahui bahwa ada negara di dunia di mana biaya pendidikan, rumah, biaya kesehatan gratis, maka mereka akan memiliki pikiran yang lain," kata dia dalam sebuah pidato.
Juru bicara Korea Selatan Jeong Joon-hee mengatakan: "Salah satu alasan dia untuk membelot, Menteri Thae menyebut muak dengan rezim Kim Jong-Un, mengagumi kebebasan di Korea Selatan, sistem demokrasi dan masa depan keluarganya".









