Korea Utara 'bertanggung jawab' atas pencurian data

korea selatan dan korea utara

Sumber gambar, b

Keterangan gambar, Bendera Korea Selatan dan Korea Utara.

Korea Selatan mengklaim Korea Utara bertanggung jawab atas pencurian data terhadap lebih dari 10 juta pembeli barang online.

Peretas internet Korea Utara mencuri informasi seperti nama, alamat, dan nomer telepon dari pengecer online di Korea Selatan, Interpark.

Saham di perusahaan Interpark turun hingga 6% pada Senin ketika berita serangan cyber terungkap.

  • <link type="page"><caption> Korea Utara 'tembakkan tiga rudal balistik</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160719_dunia_rudal_korut" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> '</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160719_dunia_rudal_korut" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> Korea Utara 'hidupkan cara mata-mata seperti zaman Perang Dingin'</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160720_dunia_korut_spion" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Korsel kritik siaran radio berkode Korut</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160720_dunia_korea_siaran" platform="highweb"/></link>

Peretas-peretas itu terlacak ketika mereka menggunakan informasi yang telah dikumpulkan itu untuk menuntut 3.000.000 dolar bitcoin, yang merupakan mata uang elektronik.

Mereka menggunakan bahasa yang hanya digunakan di Korea Utara.