Video sandera perempuan Nigeria dirilis Boko Haram

Boko Haram

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Boko Haram mengatakan beberapa sandera cedera sementara 40 perempuan 'sudah menikah'.

Kelompok militan Islam di Nigeria, Boko Haram, merilis video yang memperlihatkan beberapa murid perempuan yang dulu mereka culik dari kota Chibok.

Sekitar 50 anak perempuan terlihat bersama seorang pria bersenjata yang menuntut pembebasan kawan-kawannya dari tahanan.

Pria bersenjata itu juga mengatakan beberapa sandera tewas akibat serangan udara.

  • <link type="page"><caption> Satu lagi siswi korban penculikan Boko Haram ditemukan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/05/160518_dunia_nigeria_boko_haram" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Anak korban penculikan Boko Haram ditemukan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/05/160518_dunia_nigeria_boko_haram" platform="highweb"/></link>

Pemerintah mengatakan sudah melakukan kontak dengan kelompok militan yang menerbitkan video tersebut.

Boko Haram mengaku menyandera lebih 200 dari 276 murid perempuan yang mereka culik dari sebuah sekolah pada April 2014 lalu.

Boko Haram

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Seorang anak perempuan diminta menjawab pertanyaan militan Boko Haram.

Dilaporkan bahwa murid yang bukan beragama Islam dipaksa untuk pindah agama dan dikhawatirkan banyak anak perempuan yang menderita kekerasan seks maupun dipaksa 'menikah' dengan penculiknya.

  • <link type="page"><caption> Anak sekolah yang diculik Boko Haram diduga masih hidup</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/04/160414_dunia_nigeria_bokoharam" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Boko Haram 'makin sering' gunakan anak untuk mengebom</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/04/160412_dunia_bokoharam_anak" platform="highweb"/></link>

Seorang anggota Bring Back Our Girls -yang mengkampanyekan pembebasan sandera murid perempuan itu- mengatakan kepada BBC dia 'ketakutan' setelah menyaksikan video itu.

"Semua orang seharusnya terganggu dengan kondisi dari para anak perempuan tersebut," tutur Aisha Yesufu kepada BBC.

Video dibuka dengan seorang pria bertopeng yang membawa senjata dan di depan kamera mengatakan beberapa perempuan luka-luka dan ada yang menderita cedera yang mengancam hidupnya, sementara 40 perempuan 'sudah menikah'.

Dalam bahasa Hausa, pria itu mengatakan perempuan yang diperlihatkan tidak akan 'pernah' pulang kecuali pemerintah membebasakan para pejuang Boko Haram yang ditahan.