Kelompok pemberontak Suriah rebut kota Manbij dari ISIS

Sumber gambar, Reuters
Kelompok pemberontak Kurdi dan Arab mengatakan mereka telah merebut kembali kota Manbij di utara Suriah dari kelompok yang menamakan diri ISIS atau Negara Islam.
Dua kelompok yang berkoalisi ini mengatakan membutuhkan sekitar 73 hari untuk mengusir ISIS dari kota itu.
Mereka juga mengatakan telah membebaskan sekitar 2,000 orang warga sipil yang digunakan sebagai perisai hidup oleh ISIS pada hari terakhir pertempuran.
Kelompok militan ISIS menguasai Manbij, yang berbatasan langsung dengan Turki, dua tahun silam.
- <link type="page"><caption> Gadis Inggris yang tewas di Suriah 'rencanakan' pulang ke London</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/08/160812_dunia_gadis_isis_inggris" platform="highweb"/></link>
- <paragraph> <link type="page"><caption> Gadis London yang bergabung ISIS, 'tewas' di Suriah</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/08/160812_dunia_gadis_inggris_isis.shtml" platform="highweb"/></link></paragraph>
- <link type="page"><caption> PBB cari bukti pemakaian gas beracun oleh militer Suriah</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/08/160811_dunia_suriah_serangan_gas" platform="highweb"/></link>

Sumber gambar, Reuters
Kota Manbij menjadi jalur yang menghubungkan kota terbesar nomor dua, Aleppo, dengan ibu kota ISIS, Raqqa.
"Setelah kota Manbij kita bebaskan, ISIS tidak akan bisa bebas untuk melakukan perjalanan dari dan ke Eropa," kata pemimpun kelompok pemberontak Kurdi Suriah, Salih Muslim.
Jalur penting
Kedua kelompok pemberontak Kurdi dan Arab tergabung dalam koalisi Pasukan Demokratik Suriah (SDF). Di dalamnya juga tergabung kelompok milisi YPG Kurdi yang disegani.
Dalam memerangi ISIS, koalisi ini didukung oleh serangan udara yang dipimpin Amerika Serikat.

Sumber gambar, AFP
Menanggapi laporan bahwa ISIS menggunakan perisai manusia, Kepala bagian hubungan luar negeri Uni Eropa, Federica Mogherini mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa ISIS terus "menimbulkan ancaman bagi rakyat Suriah, Irak, serta wilayah-wilayah di luarnya termasuk Eropa".
Jalan-jalan di kota Manbij menjadi penting untuk pergerakan kelompok pemberontak untuk mensuplai senjata, makanan dan perlengkapan lainnya untuk keluar dari Suriah.
Menurut Pengamat masalah hak asasi manusia Suriah, yang berbasis di London, para anggota ISIS dan keluarganya telah meninggalkan kota Manbij dengan mengendarai sekitar 500 mobil.
Mereka sedang kota Jarablus, yang masih dikuasai ISIS, di perbatasan Turki.









