Eropa desak Turki untuk patuhi hukum

Sumber gambar, AFP Getty
Pejabat paling senior Eropa yang mengunjungi Turki sejak usaha kudeta bulan lalu mendesak Turki untuk bertindak sesuai aturan hukum.
Sekretaris Jenderal Dewan Eropa, Thornbjorn Jagland, bertemu dengan sejumlah tokoh penting pemerintah Turki pada Rabu (03/08).
- <link type="page"><caption> Dicurigai hendak tangkap presiden Turki, belasan tentara diciduk</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/08/160801_dunia_turki_tentara" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Presiden Erdogan akan tutup akademi militer</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160731_dunia_turki_erdogan_milter_spion" platform="highweb"/></link>
Dia mengatakan dirinya memahami bahwa Turki perlu untuk "menangani pihak-pihak di balik kudeta" tetapi dia mendesak negara itu untuk menerapkan jalur peradilan.
Sejak upaya percobaan kudeta pada 15 Juli, Presiden Recep Tayyip Erdogan membersihkan orang-orang yang dicurigai memiliki kaitan dengan mereka yang terlibat.
50.000 orang ditahan
Lebih 50.000 warga Turki ditahan atau diberhentikan dari jajaran militer, kehakiman, lingkungan pegawai negeri dan bahkan akademi atas dugaan terkait dengan otak dibalik kudeta.
Tetapi ulama yang tinggal di Amerika Serikat, Fethullah Gulen, menyangkal berperan dalam usaha penggulingan.
Para pejabat Turki diperkirakan akan mengatakan kepada Jagland bahwa pemerintah tidak mendapatkan cukup dukungan dari rekan negara-negara Barat, lapor sejumlah wartawan.
Organisasi yang dipimpin Jagland mengawasi kepatuhan aturan hak asasi manusia di 47 negara anggota Dewan, termasuk Turki.









