Kelompok milisi Al-Nusra berpisah dari Al-Qaeda

Front Al-Nusra menolak bergabung dengan ISIS dan memilih bersekutu dengan Al-Qaeda.

Sumber gambar,

Keterangan gambar, Front Al-Nusra menolak bergabung dengan ISIS dan memilih bersekutu dengan Al-Qaeda.

Kelompok milisi Suriah, Jabhat Al-Nusra atau yang juga dikenal dengan Front Al-Nusra, mengumumkan berpisah dari Al-Qaeda.

Pengumuman itu disuarakan pemimpin Al-Nusra, Abu Mohammed al-Julani. Dalam rekaman video yang beredar, dia juga mengutarakan perubahan nama Jabhat Al-Nusra menjadi Jabhat Fateh Al-Sham atau Front Penaklukan Suriah.

  • <link type="page"><caption> Gencatan senjata Suriah tanpa ISIS dan al Nusra </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/02/160212_dunia_suriah_gencatan" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Juru bicara Front Al Nusra tewas dalam serangan udara </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/04/160404_dunia_suriah" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Perintah al-Qaeda agar al-Nusra tidak menyerang Barat</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/05/150528_dunia_alqaida_barat" platform="highweb"/></link>

Langkah itu, menurutnya, diperlukan untuk mengubah dalih yang digunakan Amerika Serikat dan Rusia selama ini untuk mengebom warga muslim Suriah.

Meski demikian, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat berkeras bahwa kelompok tersebut tetap merupakan organisasi teroris. Transformasi Jabhat Al-Nusra menjadi Jabhat Fateh Al-Sham, tambah Deplu AS, hanya pengubahan nama belaka.

Dalam rekaman video, Abu Mohammed al-Julani mengutarakan perubahan nama Jabhat Al-Nusra menjadi Jabhat Fateh Al-Sham atau Front Penaklukan Suriah.
Keterangan gambar, Dalam rekaman video, Abu Mohammed al-Julani mengutarakan perubahan nama Jabhat Al-Nusra menjadi Jabhat Fateh Al-Sham atau Front Penaklukan Suriah.

Di lain pihak, Al-Qaeda menyambut baik langkah Abu Mohammed al-Julani. Orang kedua Al-Qaeda, Ahmed Hassan Abu al-Khayr, mengatakan Front Al-Nusra dipersilakan berpisah dari Al-Qaeda “demi melindungi kepentingan Islam, muslim, dan jihad.”

Pemimpin tertinggi Al-Qaeda, Ayman al-Zawahri, menambahkan, “Persaudaraan Islam lebih kuat dari ikatan organisasi yang berubah dan menghilang.”

Sejumlah analis menilai perubahan Jabhat Al-Nusra menjadi Jabhat Fateh Al-Sham disebabkan aksi AS dan Suriah yang terus menggencarkan serangan terhadap mereka.

Pekan lalu, Menteri Luar Negeri AS John Kerry dan Menlu Rusia Sergei Lavrov menyepakati “langkah-langkah konkret” untuk melawan kelompok jihad, seperti Front Al-Nusra dan ISIS.

, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat berkeras bahwa Front Al-Nusra tetap merupakan organisasi teroris.
Keterangan gambar, , Departemen Luar Negeri Amerika Serikat berkeras bahwa Front Al-Nusra tetap merupakan organisasi teroris.

Front Al-Nusra pertama kali mengumumkan keberadaannya melalui sebuah rekaman video yang disebarkan di internet pada awal 2012, beberapa bulan setelah perang sipil di Suriah berkobar.

Pada April 2013, Front Al-Nusra menolak bergabung dengan ISIS dan memilih bersekutu dengan Al-Qaeda.

Perseteruan antara ISIS dan Front Al-Nusra sempat terjadi sehingga Al-Nusra terdesak ke Deir Ezzor, bagian timur Suriah.

Para pengamat memperkirakan anggota Front Al-Nusra mencapai 5.000 hingga 10.000 personel yang sebagian besar terdiri dari warga Suriah.