Pengebom bunuh diri di Jerman akan dideportasi ke Bulgaria

ansbach

Sumber gambar, AFP Getty

Keterangan gambar, Bom meledak di dekat pintu masuk festival musik Ansbach Open.

Pria Suriah yang gagal mendapatkan suaka dan meledakkan dirinya melukai 12 orang lainnya dengan menggunakan bom ransel di dekat sebuah festival di kota Ansbach, Jerman selatan, sebenarnya akan dideportasi ke Bulgaria, kata juru bicara menteri dalam negeri Bavaria.

Ini adalah serangan dengan kekerasan ketiga di Bavaria dalam seminggu terakhir.

  • <link type="page"><caption> Aparat Jerman: Tersangka pelaku ledakan adalah migran asal Suriah</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160724_dunia_jerman_tersangka_ansbach" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Teman tersangka pelaku penembakan di Muenchen ditangkap</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160724_dunia_jerman_muenchen_tersangka" platform="highweb"/></link>

Menteri dalam negeri negara bagian Bavaria mengatakan pria berumur 27 tahun itu meledakkan bom karena ditolak masuk ke festival musik itu.

Menteri Joachim Herrman mengatakan pria tersebut sebelumnya sudah dua kali berusaha bunuh diri.

Sekitar 2.500 orang diungsikan dari tempat itu setelah ledakan terjadi.

Bavaria dalam keadaan tegang sejak serangan dengan menggunakan pisau di dalam kereta oleh kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS pada hari Senin lalu.

Ledakan Ansbach dilaporkan terjadi sekitar pukul 22.10 waktu setempat di luar bar Eugens Weinstube di pusat kota berpenduduk 40.000 orang dan tempat markas militer Amerika Serikat.

Bom meledak di dekat pintu masuk festival musik Ansbach Open.

Seorang saksi mata, Thomas Debinski, melaporkan kepanikan setelah ledakan, meskipun sebagian orang mengira hal ini disebabkan ledakan gas.

"Orang-orang kemudian lewat dan mengatakan yang meledak adalah sebuah ransel," katanya kepada Sky News.