Menyusul penembakan, muncul ide pengetatan senjata api di Jerman

Sumber gambar, Getty
Politikus senior Jerman mendesak dilakukannya pengetatan terhadap pengendalian penjualan senjata setelah terjadi penembakan di Muenchen pada Jumat (22/07).
Wakil Kanselir Sigmar Gabriel mengatakan bahwa semua hal yang mungkin dilakukan harus dijalankan untuk membatasi akses terhadap senjata mematikan.
"Kita harus melakukan semua yang bisa dilakukan untuk membatasi dan memperketat akses pada senjata mematikan," kata Gabriel yang memimpin partai junior dalam koalisi pemerintahan, Sosial Demokrat yang beraliran kiri-tengah, kepada kelompok media Funke Mediengruppe.
Menurutnya, pihak berwenang tengah menyelidiki bagaimana Sonboly, pelaku yang berkewarganegaraan ganda Jerman-Iran, bisa memperoleh senjata meski menunjukkan tanda-tanda psikologis yang signifikan. Ia menembak mati sembilan orang sebelum ia sendiri ditembak aparat keamanan.
- <link type="page"><caption> Pelaku penembakan Muenchen 'terobsesi penembakan massal'</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160724_dunia_pelaku_muenchen.shtml" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Penembakan Munchen: Police meminta bukti rekaman video</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160723_dunia_penembakan_rekaman.shtml" platform="highweb"/></link>
"Pengendalian senjata adalah masalah yang besar," katanya.

Sumber gambar,
Menteri Dalam Negeri Thomas de Maiziere, yang mengunjungi lokasi penembakan, mengatakan dia berencana untuk meninjau ulang aturan kepemilikan senjata.
De Maiziere, anggota partai Kanselir Angela Merkel dari Kristen Demokrat yang konservatif, mengatakan pada harian Bild am Sonntag bahwa dia berencana untuk mengevaluasi aturan senjata dan akan memperbaiki hal yang dibutuhkan.
Menurutnya, penting untuk memahami bagaimana pria bersenjata tersebut bisa mengakses pistol yang digunakannya.
Sejauh ini, polisi belum mengetahui bagaimana pelaku bisa mendapatkan senjata tapi dia tak memiliki izin dan nomor seri senjata sudah dihilangkan.









