Media Cina kritik protes anti-Amerika di KFC

KFC

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Ada lebih dari 4.000 cabang KFC di Cina.

Media Cina mengkritik protes anti-Amerika Serikat yang digelar di depan sejumlah restoran KFC di berbagai tempat di Cina sebagai aksi nasionalisme yang berlebihan yang juga 'mencoreng negara'.

Para demonstran mengungkapkan kemarahan atas keputusan Mahkamah Arbitrase yang menolak klaim teritorial Cina atas Laut Cina Selatan.

Kasus sengketa Laut Cina Selatan tersebut dibawa oleh Filipina, yang merupakan sekutu AS.

Restoran cepat saji KFC memiliki cabang lebih dari 4.000 di Cina dan seringkali dilihat sebagai lambang dari pengaruh AS di negara tersebut.

  • <link type="page"><caption> Siapa yang lebih berjasa bagi Cina, Mao atau KFC?</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/01/160113_majalah_cina_kfc_mao" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> KFC Cina dituduh pakai daging ayam berkaki delapan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/06/150602_majalah_kfc_ayam8" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Cina serukan Filipina abaikan putusan Mahkamah Arbritase</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160719_dunia_filipina_laut_cina_selatan" platform="highweb"/></link>

Mencoreng kesetiaan

Aksi ini digelar beberapa kelompok kecil demonstran yang awalnya berkumpul di restoran KFC di Hebei sebelum menyebar ke wilayah-wilayah lain seperti Changsha dan Hangzhou, seperti dilaporkan dari media.

KFC

Sumber gambar, WEIBO

Keterangan gambar, Spanduk yang bertuliskan, "Keluar dari Cina, Kentucky dan McDonalds."
Polisi Cina

Sumber gambar, WEIBO

Keterangan gambar, Aparat polisi terlihat sedang berjaga-jaga pada saat protes berlangsung.

Para demonstran meneriakkan kata-kata mengecam AS dan memampangkan spanduk dengan tulisan 'Keluar dari Cina, KFC dan McDonalds'.

Dalam beberapa video protes yang diunggah di media sosial setempat, Sina Weibo, polisi terlihat berjaga-jaga di tempat lokasi.

Kantor berita setempat, Xinhua, mengatakan, "Ini bukan jalan terbaik untuk mengekspresikan patriotisme."

Sementara surat kabar The China Daily menyatakan, "Inginnya menjadi patriot, tapi patriotisme berlebihan, mereka yang mencoreng kesetiaan terhadap negeri."

Surat kabar China Daily dan People's Daily mengatakan polisi dan lembaga-lembaga media menyerukan perlu adanya 'patriotisme yang rasional'.

Cina menerapkan larangan atas protes yang tidak mendapat izin dari pihak berwenang.