Perempuan pribumi Australia alami tingkat kematian tinggi

Para ibu pribumi Australia didapati 17,5 kali lebih berkemungkinan dibunuh dibandingkan ibu-ibu lain, demikian hasil penelitian baru.
Para peneliti mengatakan tingkat kematian tinggi sepertinya sebuah gejala yang sejak lama terjadi.
- <link type="page"><caption> Warga aborijin lebih banyak dipenjara</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2011/04/110415_aboriginjail" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Suku Aborijin merupakan pelopor migrasi</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2011/09/110923_aborijin" platform="highweb"/></link>
Kekerasan rumah tangga, kemiskinan dan penyalahgunaan minuman keras diidentifikasi sebagai faktor-faktor yang mempengaruhi sebagian besar kematian ini.
Laporan ini menyatakan tingkat bunuh diri di antara ibu-ibu pribumi juga tinggi.
Aborigin dan Torres Straits Islanders merupakan 2,5% dari 24 juta penduduk Australia.
Selama bergenerasi kelompok yang terpinggirkan ini dan yang merupakan penduduk pribumi negara itu, mengalami tingkat pendidikan yang rendah dan tak mendapat akses ke lapangan kerja.
Mereka lebih berkemungkinan mengalami kondisi kesehatan yang buruk dibandingkan warga Australia lainnya.
Telethon Kids Institute menyatakan diperlukan peningkatan tindakan untuk melindungi ibu-ibu Aborigin dari kematian yang sebenarnya bisa dicegah.
Warga Aborigin adalah penduduk pertama yang tinggal di benua Australia dan pulau-pulau di sekitar.









