Stasiun TV Islamis akan dilarang pemerintah Bangladesh

Sumber gambar, EPA
Bangladesh akan melarang stasiun TV Islamis, Peace TV, menyusul serangan di sebuah kafe di ibukota Dhaka yang menewaskan 22 orang.
Keputusan pemerintah itu diambil karena kekhawatiran pandangan-pandangan garis keras di stasiun TV tersebut akan membuat kaum muda menjadi radikal.
Bagaimanapun, pendiri yayasan yang memiliki Peace TV, Dr Zakir Naik, membantah tuduhan bahwa ceramahnya bisa menjadi inspirasi bagi para pelaku kekerasan.
- <link type="page"><caption> Serangan Idul Fitri di Bangladesh tewaskan empat orang</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160707_dunia_bangladesh" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Penyanderaan di Bangladesh, 20 sandera tewas dibunuh</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160701_dunia_bangladesh_20_sandera_tewas" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Bangladesh umumkan dua hari berkabung nasional</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160703_dunia_hariberkabung_bangladesh" platform="highweb"/></link>
Menteri Informasi Bangladesh, Hasanul Haq Inu, mengatakan bahwa 'langkah-langkah administratif' akan diambil untuk melarang saluran TV Islamis itu.

Sumber gambar, EPA
"Peace TV tidak konsisten dengan masyarakat Islam, Alquran, sunah, hadis, konstitusi Bangladesh, maupun budaya, kebiasaan, dan ritual kami," kata Inu kepada situs internet Bdnews 24, setelah pertemuan komite kabinet untuk hukum dan ketertiban.
Stasiun TV dengan siaran 24 jam tersebut mengudara dari Dubai dalam bahasa Inggris, Urdu, dan Bengali.
Naik merupakan pendiri dan presiden Yayasan Penelitian Islamis yang bermarkas di Mumbai, yang merupakan pemilik Peace TV.
Dia pernah dilarang masuk ke Inggris dengan alasan yang disebut sebagai 'perilaku yang tidak bisa diterima'.
Pria berusia 50 tahun itu juga membantah bahwa salah seorang penyerang di kafe Dhaka terinsipirasi oleh ceramahnya dan menuduh media mencari sensasi saja.









