Remaja Australia mengaku bersalah rencanakan teror

Sevdet Besim

Sumber gambar, 9 News

Keterangan gambar, Sevdet Besim dinyatakan bersalah atas perencanaan aksi terorisme pada Hari Anzac.

Seorang remaja Australia mengaku bersalah karena merencanakan akan menabrak dan memenggal seorang polisi pada peringatan hari nasional Anzac.

Sevdet Besim, 19 tahun, mengaku bersalah di pengadilan Melbourne dalam dakwaan merencanakan aksi terorisme.

Besim tidak langsung dihukum penjara namun menghadapi ancaman hukuman maksimal seumur hidup.

  • <link type="page"><caption> Remaja Australia dituduh merencanakan teror</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/04/160425_dunia_remaja_australia_teror" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Remaja Australia 'kirim uang untuk ISIS'</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160323_dunia_uang_remajaaustralia" platform="highweb"/></link>

Di dalam berkas-berkas pengadilan tertulis bahwa dia dan seorang rekannya berkewarganegaraan Inggris juga berdiskusi akan menggunakan bungkusan bom yang diikatkan pada kanguru untuk menyerang para aparat polisi.

Hari Anzac

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Hari Anzac memperingati prajurit Australia dan Selandia Baru yang bertugas dan gugur di Perang Dunia I.

Mereka diduga akan mengecat hewan itu dengan lambang kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS dan melepaskannya ke kerumunan orang.

Jaksa menyatakan Besim -yang ditangkap dalam penggerebekan antiterorisme- bermaksud melancarkan serangan pada upacara Hari Anzac di Melbourne pada tahun 2015.

Namun rencana tersebut digagalkan setelah polisi di Inggris membaca pesan-pesan SMS yang dikirim Besim kepada seorang remaja di Blackburn, Inggris.

Remaja Inggris yang saat itu berusia 14 tahun kemudian menjadi warga Inggris termuda yang dihukum atas rencana terorisme dan tahun lalu diganjar hukuman seumur hidup. Dia akan dipenjara sedikitnya lima tahun.

Besim, yang telah ditahan sejak penangkapannya tahun lalu, dijadwalkan akan hadir kembali di pengadilan pada Agustus untuk sidang sebelum penentuan hukumannya.

Hari Anzac pada 25 April, adalah hari libur nasional di Australia dan Selandia Baru untuk memperingati prajurit kedua negara yang bertugas dan gugur di Perang Dunia I di semenanjung Gallipoli, Turki.