Unjuk rasa 'tolak' Brexit, PM Inggris ditekan percepat pembicaraan

Tuntutan percepatan pembicaraan ini muncul setelah Inggris memutuskan meninggalkan Uni Eropa, disusul pernyataan David Cameron yang akan mundur dari jabatannya pada Oktober nanti.

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Tuntutan percepatan pembicaraan ini muncul setelah Inggris memutuskan meninggalkan Uni Eropa, disusul pernyataan David Cameron yang akan mundur dari jabatannya pada Oktober nanti.

Perdana menteri Inggris David Cameron berada dalam tekanan agar mempercepat proses pembicaraan 'perceraian' dengan Uni Eropa, seperti yang dituntut para pemimpin UE di Brussels.

Presiden Komisi Eropa Jean Claude Juncker mendesak Inggris agar "menerapkan keputusan warga Inggris sesegera mungkin, seberapa sakitnya proses tersebut".

"Penundaan hanya akan memperpanjang ketidakpastian," kata Juncker.

Tuntutan percepatan pembicaraan ini muncul setelah Inggris memutuskan meninggalkan Uni Eropa, disusul pernyataan Cameron yang akan mundur dari jabatannya pada Oktober nanti.

  • <paragraph> <link type="page"><caption> "Bagaimana saya beritahu kucing?" - Reaksi atas Brexit</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/06/160624_trensosial_brexit_reaksi" platform="highweb"/></link></paragraph>
  • <link type="page"><caption> Uni Eropa minta Inggris harus segera keluar dari organisasi</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/06/160624_dunia_inggris_brexit_juncker" platform="highweb"/></link>
  • <paragraph> <link type="page"><caption> Akankah Skotlandia dan Irlandia Utara keluar dari Inggris?</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/06/160624_dunia_brexit_skotlandia" platform="highweb"/></link></paragraph>
Politikus pendukung Brexit - yaitu agar Inggris meninggalkan UE - Boris Johnson adalah salah seorang sosok yang diusulkan untuk menggantikan Cameron.

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Politikus pendukung Brexit - yaitu agar Inggris meninggalkan UE - Boris Johnson adalah salah seorang sosok yang diusulkan untuk menggantikan Cameron.

Siapa yang layak menggantikan Cameron masih menjadi perdebatan, tetapi politikus pendukung Brexit - yaitu agar Inggris meninggalkan UE - Boris Johnson, adalah salah seorang sosok yang diusulkan untuk menggantikannya.

Sikap Presiden Obama

Sementara itu, lembaga peringkat kredit Moody telah mengubah pandangannya terhadap peringkat utang jangka panjang Inggris dari "stabil" menjadi "negatif".

Mereka mengatakan hasil referendum itu akan memiliki "implikasi negatif bagi prospek pertumbuhan jangka menengah Inggris".

Hasil referendum memastikan Inggris harus keluar dari UE setelah mayoritas warganya, yaitu sebesar 52%, mendukungnya. Walaupun demikian mayoritas warga London, Skotlandia dan Irlandia Utara mendukung agar Inggris tetap menjadi anggota UE.

Hasil referendum diyakini akan memiliki "implikasi negatif bagi prospek pertumbuhan jangka menengah Inggris".

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Hasil referendum diyakini akan memiliki "implikasi negatif bagi prospek pertumbuhan jangka menengah Inggris".

Dalam pidatonya, Cameron akan mencoba mengatasi keadaan selama beberapa pekan mendatang, tetapi dia meminta perdana menteri Inggris yang baru untuk melaksanakan negosiasi ulang dengan Uni Eropa.

Dia juga meminta agar Inggris diberi waktu dua tahun untuk negosiasi lanjutan.

Namun Presiden Komisi Eropa Jean Claude Juncker: "Tidak masuk akal menunggu sampai Oktober untuk membicarakan soal keputusannya mundur dari UE. Saya ingin negosiasi itu segera digelar."

Sementara itu, Presiden AS Barack OBama menyatakan dirinya memberikan jaminan bahwa Inggris tetap menjadi "mitra yang sangat dibutuhkan", walaupun dia menyesalkan hasil referendum.

Unjuk rasa di Inggris

Unjuk rasa digelar sekelompok anak muda di seluruh Inggris menanggapi hasil referendum yang menyebabkan Inggris harus keluar dari Uni Eropa.

Sekelompok anak muda di London menyatakan kecewa dengan hasilnya dan meneriakkan "Tidak ada perbatasan! Tidak ada Boris!" Mereka menggelar demonstrasi di dekat Downing Street.

Sekelompok anak muda di London menyatakan kecewa dengan hasilnya dan meneriakkan "Tidak ada perbatasan! Tidak ada Boris!"

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Sekelompok anak muda di London menyatakan kecewa dengan hasilnya dan meneriakkan "Tidak ada perbatasan! Tidak ada Boris!"

Di London timur, demonstran anti-rasisme berkumpul dan menyatakan dukungan mereka bagi pengungsi dan migran. Aksi serupa juga dilegar di Glasgow dan Edinburgh.

Hasil referendum juga memicu tuntutan referendum jilid dua bagi masa depan Skotlandia, yang mayoritas warganya ingin tetap menjadi anggota Uni Eropa.

Bagaimanapun, Pimpinan Uni Eropa akan menggelar pertemuan pada Rabu (29/06) untuk membahas masalah Brexit, tetapi tanpa mengundang David Cameron.