Uni Eropa minta Inggris harus segera keluar dari organisasi

juncker

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Juncker mendesak Inggris "untuk menerapkan keputusan warga Inggris sesegera mungkin".

Para pemimpin Uni Eropa menegaskan Inggris harus segera bertindak untuk merundingkan keluar dari organisasi itu sebab penundaan hanya akan memperpanjang ketidakpastian.

Kepala Komisi Eropa, Jean-Claude Juncker, menegaskan "Kelompok dengan 27 anggota yang tersisa tetap akan berlanjut".

  • <link type="page"><caption> Setelah Inggris memilih 'Brexit', keluar dari Uni Eropa</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/laporan_khusus/lapsus_inggris_unieropa" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Apa tantangan yang harus dihadapi Inggris setelah keluar dari Uni Eropa?</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/06/160624_dunia_brexit_tantangan" platform="highweb"/></link>

Penduduk Inggris memberikan suara 52% terhadap 48% untuk meninggalkan Uni Eropa, dan David Cameron telah mengumumkan akan mengundurkan diri sebagai perdana menteri mulai bulan Oktober.

Dia mengatakan adalah keputusan perdana menteri baru untuk menerapkan pasal yang memulai penarikan keanggotaan Inggris.

Pasar saham dunia anjlok karena Brexit dan nilai poundsterling turun besar-besaran.

Juncker menghadiri pertemuan krisis dengan Presiden Parlemen Eropa, Martin Schulz, Presiden Dewan Eropa, Donald Tusk dan Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte pada hari Jumat pagi (24/06).

Mereka kemudian mengeluarkan pernyataan yang menyatakan penyesalan tetapi tetap menghormati keputusan Inggris.

Mereka mendesak Inggris "untuk menerapkan keputusan warga Inggris sesegera mungkin, seberapa sakitnya proses tersebut. Penundaan hanya akan memperpanjang ketidakpastian".

"Kami siap melakukan perundingan secepatnya dengan Inggris terkait persyaratan dan kewajiban penarikan diri dari Uni Eropa," tambahnya.

Trump dukung 'Brexit'

Donald Trump

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Donald Trump menyamakan Brexit dengan kampanyenya di Amerika Serikat.

Sementara itu, bakal calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump, mengatakan warga Inggris telah memberikan suara untuk menyatakan kemerdekaan dari Uni Eropa.

Trump mengatakan ada persamaan antara kampanye Brexit, Inggris keluar dari Uni Eropa, dengan apa yang dilakukan dirinya.

Ketika berbicara di Skotlandia, saat mengunjungi salah satu lapangan golf miliknya, Trump mengatakan referendum tersebut "benar-benar bersejarah".

Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, mengatakan dirinya menghormati pemungutan suara Inggris dan hubungan antara AS dan Inggris tetap akan terus berjalan.

Baik Inggris maupun Uni Eropa akan tetap menjadi rekan Amerika yang tidak terpisahkan, tambahnya.

Sementara itu Presiden Rusia, Vladimir Putin, menolak pandangan bahwa dirinya mendukung Brexit.

Dalam kunjungan ke Uzbekistan, Putin mengatakan hasil referendum menunjukkan ketidaksukaan Inggris terhadap migrasi dan masalah keamanan, di samping ketidakpuasan pada birokrasi Uni Eropa.