Italia mungkin 'salah' ekstradisi penyelundup manusia

Mered Tesfamariam
Keterangan gambar, Teman-teman dan keluarga mengatakan yang diekstradisi adalah Mered Tesfamariam dan bukan Mered Medhanie.

Kejaksaan Italia sedang melakukan penyelidikan tentang kemungkinkan kesalahan ekstradisi tersangka pelaku penyelundupan manusia.

Mered Medhanie diyakini sebagai otak dari penyelundupan manusia dari Afrika ke Eropa.

Pria yang dikenal dengan julukan 'Jendral' ini ditahan di ibu kota Sudan, Khartoum, pada bulan Mei dan diterbangkan ke Roma pada Selasa (07/06).

  • <link type="page"><caption> Penyelundup manusia dari Afrika diekstradisi ke Italia</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/06/160608_dunia_penyelundup_italia" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Perjalanan laut pengungsi membawa korban ratusan jiwa</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/05/160529_dunia_pengungsi" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Sekitar 13.000 migran diselamatkan dari Laut Mediterania</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/05/160524_dunia_migran" platform="highweb"/></link>

Namun sejak berita ekstradisinya muncul, keluarga dan teman-temannya mengatakan kepada BBC bahwa terjadi kesalahan identitas.

Mered Medhanie

Sumber gambar, Police Handout

Keterangan gambar, Mered Medhanie ditangkap di Sudan pada bulan Mei atas dugaan terlibat dalam penyelundupan manusia.

Dan Kepala Kejaksaan Palermo, Francesco Lo Voi, mengatakan mereka 'kini melakukan pemeriksaan yang diperlukan'.

'Saudara perempuannya' di Norwegia

Badan Kriminalitas Nasional Inggris (NCA) mengatakan penangkapan Medhanie dilakukan oleh kepolisian Sudan dengan bantuan pihak berwenang Inggris dan Italia.

Ditambahkan bahwa saat ini terlalu cepat untuk berspekulasi tentang 'protes' dari keluarga dan teman-teman dari pria yang diekstradisi tersebut.

Teman-temannya menyebutkan pria itu adalah seorang pengungsi berusia 27 tahun yangh bernama Mered Tesfamariam.

Sementara seorang perempuan yang tinggal di Norwegia mengaku kepada program BBC Newsnight sebagai 'saudara perempuan' dan menegaskan pria itu 'sepenuhnya tidak bersalah'.

Tersangka penyelundup, Medhanie yang berasal Eritrea, dituduh bertanggung jawab atas kematian 359 pendatang yang tewas karena perahu yang membawa mereka untuk mencapai daratan Italia tenggelam pada Oktober 2013.