Banjir di Paris capai titik tertinggi selama 30 tahun terakhir

Sumber gambar, AFP
Air sungai Seine di Paris mencapai titik tertinggi selama lebih dari 30 tahun terakhir, dan banjir di ibukota Prancis itu juga menyebabkan penutupan sistem transportasi kereta bawah tanah dan sejumlah lokasi penting.
Museum Louvre dan Orsay ditutup, sementara para staf memindahkan sejumlah karya seni ke tempat yang lebih tinggi, karena banjir mencapai ketinggian 6meter.
Permukaan air sungai Seine mencapai 6,5meter dan kemungkinan akan surut pada akhir pekan ini, dengan perkiraan akan turun hujan deras.
Jembatan juga ditutup dan perahu yang bukan digunakan untuk keperluan darurat pun dilarang untuk beroperasi.
- <link type="page"><caption> Museum Louvre di Paris ditutup untuk amankan karya seni dari banjir</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/06/160602_dunia_louvre_banjir.shtml" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Banjir di Paris dikhawatirkan makin parah</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/multimedia/2016/06/160603_galeri_paris_banjir.shtml" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Banjir di Eropa utara menewaskan sembilan orang</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/06/160602_dunia_banjir_eropa.shtml" platform="highweb"/></link>

Sumber gambar, REUTERS
Setidaknya 15 orang tewas di seluruh Eropa tengah akibat hujan deras yang menyebabkan banjir dari Prancis sampai Ukraina.
Dua orang tewas di Paris, 10 orang tewas di bagian selatan Jerman. Sejumlah kota juga rusak.
Dua korban lain dilaporkan di Rumania dan sato orang di Belgia. Banjir juga terjadi di Austria, Belanda dan Polandia.
Puluhan ribu orang telah mengungsi dari rumah mereka.
Asosiasi Industri Asuransi AFA menyebutkan estimasi biaya asuransi akibat banjir mencapai lebih dari 600 juta euros atau RP 9 trilliun.









