Cina tekankan pentingnya persahabatan dengan Korut

Sumber gambar, Reuters
Presiden Cina, Xi Jinping, menekankan pentingnya hubungan “bersahabat” dengan Korea Utara saat menerima kunjungan seorang pejabat tinggi dari Pyongyang.
Pejabat tersebut ialah mantan Menteri Luar Negeri Korut yang kini menjabat Wakil Ketua Partai Pekerja, Ri Su-yong. Kedatangannya bertujuan mengantarkan pesan dari Pemimpin Korut, Kim Jong-un, bahwa Pyongyang tidak akan mengakhiri program nuklirnya.
- <link type="page"><caption> Cina, Korut dan apa yang terjadi pasca tes nuklir </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/01/160108_dunia_koreautara_cina_nuklir" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Cina batasi perdagangan Korut karena tes nuklir </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/04/160405_dunia_cina_korea" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Dimulai, kongres Partai Buruh Korea Utara pertama setelah 36 tahun</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/05/160506_dunia_korut_kongres_langka" platform="highweb"/></link>
Kantor berita Korut, KCNA, melaporkan bahwa Kim Jong-un berikrar melanjutkan kebijakan pembangunan ekonomi sekaligus pembangunan nuklir.
Kantor berita Cina, Xinhua, tidak menyebutkan apapun mengenai nuklir. Yang jelas, seperti dilaporkan Xinhua, Kim Jong-un berharap menjalin hubungan dekat dengan Cina.
Adapun Xi Jinping menegaskan kembali kebijakan Cina di Semenanjung Korea yang menyerukan ketenangan dan menahan diri, peningkatan komunikasi dan stabilitas regional.
Ri Su-yong adalah figur pejabat tinggi Korut pertama yang melawat ke Cina sejak Kongres Partai Pekerja bulan lalu.
Bagi Korut, Cina adalah sekutu krusial mengingat perekonomian Pyongyang sangat tergantung dari perdagangan dengan Beijing.
Kantor berita AFP yang mengutip data pihak Cina melaporkan perdagangan batu bara ke dua negara tetangga tersebut mencapai nilai US$1 miliar atau sekitar Rp13,2 triliun tahun lalu.









