G7: Inggris hengkang dari Uni Eropa timbulkan ancaman dunia

Sumber gambar, Getty
Deklarasi pertemuan kelompok tujuh negara maju dunia atau G7 di Jepang menyebutkan bahwa akan ada “ancaman serius bagi pertumbuhan global” apabila rakyat Inggris memilih untuk hengkang dari Uni Eropa yang dikenal dengan istilah 'Brexit'.
G7 juga memperingatkan hengkangnya Inggris dari Uni Eropa akan mengubah tren peningkatan perdagangan global, investasi, dan pembukaan lapangan pekerjaan.
- <link type="page"><caption> Presiden Jokowi ingin Inggris tak keluar dari Uni Eropa </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/04/160421_dunia_jokowi_brexit" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Obama: Inggris lebih kuat perangi teror jika tetap di Uni Eropa</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/04/160422_dunia_obama_london_eu_teror" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Soal referendum Uni Eropa, Wali Kota London tuding Obama ‘munafik’</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/04/160415_dunia_inggris_johnson_obama_ue" platform="highweb"/></link>
Pernyataan G7 itu sejalan dengan sikap Perdana Menteri Inggris, David Cameron, yang aktif berkampanye agar Inggris tetap berada di blok ekonomi beranggotakan 28 negara itu.

Sumber gambar, Getty
Hasil kampanye Cameron akan terbukti efektif atau sebaliknya ketika rakyat Inggris berpartisipasi dalam referendum 23 Juni mendatang. Jajak pendapat terkini mengindikasikan kubu yang mendukung Inggris tetap berada di Uni Eropa unggul sementara.
Pertumbuhan global
Setelah menggelar pertemuan selama dua hari, pemimpin Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Italia, Jerman, Prancis, dan Jepang menetapkan pertumbuhan global sebagai prioritas mendesak.
Untuk itu, para pemimpin berikrar untuk secara kolektif menghadapi sejumlah tantangan yang menghalangi pertumbuhan, termasuk serangan terorisme dan ekstremisme keji.
Selain menggarisbawahi pertumbuhan, para pemimpin menyoroti berbagai isu, yang mencakup krisis migran. Di Eropa.
Deklarasi G7 di Jepang menggambarkan krisis migran sebagai “tantangan global yang memerlukan respons global” berupa peningkatan bantuan dari berbagai institusi keuangan internasional dan negara-negara pendonor.
- <link type="page"><caption> Cina tanggapi komentar menlu G7 soal sengketa maritim</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/04/160412_dunia_cina_g7_maritim" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Cina bantah kapal penjaga pantai masuki wilayah Indonesia </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160321_dunia_cina_indonesia_natuna" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Menteri Susi ancam membawa Cina ke Mahkamah Internasional</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160321_dunia_susi_kapal_cina" platform="highweb"/></link>
Lebih jauh, Deklarasi G7 menyentuh isu Laut Cina Selatan, tanpa menyebut Cina secara eksplisit dan ekspansi Cina di wilayah perairan sengketa.
Deklarasi G7 menyebut “keprihatinan akan situasi di Laut Cina Selatan dan Laut Cina Timur” dan perlunya penghormatan pada kebebasan navigasi serta penyelesaian konflik melalui koridor hukum.
Di kawasan itu, perseteruan maritim telah menimbulkan ketegangan selama beberapa tahun terakhir.









