Cina 'minta barter' empat orang Uighur dengan buron Samadikun Hartono

Tiga orang Uighur

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Tiga orang Uighur mendengarkan vonis yang dijatuhkan kepada mereka di Jakarta Utara pada 2015.

Pemerintah Cina meminta Indonesia mengekstradisi empat orang Uighur dan sebagai gantinya Cina akan memulangkan Samadikun Hartono, buron kasus BLBI, yang ditangkap di Shanghai pekan lalu.

Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan hal itu di Jakarta pada Kamis (21/04).

Menurutnya, permintaan resmi sudah dilayangkan oleh otoritas Cina yang intinya Cina bersedia memulangkan Samadikun Hartono jika pemerintah Indonesia menyerahkan empat orang Uighur adri Cina yang saat ini ditahan di Indonesia.

"Ada (permintaan). Tapi kalau Uighur kita akan bicara sendiri karena legal case-nya berbeda," kata Luhut kepada para wartawan.

F1 di Shanghai

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Samadikun Hartono ditangkap ketika hendak menonton balap di Shanghai.

Ditambahkannya, pemerintah Indonesia sedang mempertimbangkan permintaan Cina. Kendati demikian, pemerintah Cina diperkirakan tetap akan memulangkan Samadikun Hartono.

Samadikun sudah menjadi menjadi buron sejak 2003 ketika kabur saat hendak dieksekusi untuk menjalani hukuman penjara selama empat tahun dalam kasus penyalahgunaan dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

  • <link type="page"><caption> Terlibat kelompok militan di Indonesia, tiga warga Uighur dipenjara</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/07/150713_indonesia_uighur_vonis" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Dua etnik Uighur tewas ditembak di Poso, pergerakan kelompok Santoso 'kian sempit'</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/03/160315_indonesia_uighur_santoso_poso" platform="highweb"/></link>

Namun ia berhasil ditangkap pihak berwenang Cina saat hendak menonton balap F1 di Shanghai, Cina pekan lalu.

Adapun empat orang Uighur kini menjalani hukuman penjara di Indonesia karena bersekongkol dengan kelompok Mujahidin Indonesia Timur pimpinan Santoso.