Prancis batalkan cabut kewarganegaraan pelaku bom Paris

Sumber gambar, EPA
Presiden Prancis Francois Hollande membatalkan rencana mengubah konstitusi yang mencabut kewarganegaraan milisi terhukum serangan teror.
"Kompromi sepertinya tidak tercapai," kata Hollande setelah kedua majelis parlemen gagal menyepakati reformasi.
- <link type="page"><caption> Prancis kerahkan serdadu ke perbatasan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160320_dunia_prancis_perbatasan_abdeslam" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Prancis mengharapkan Abdeslam segera diekstradisi </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160318_dunia_brussels_abdeslam" platform="highweb"/></link>
Usulan diajukan setelah terjadinya serangan Paris bulan November yang menewaskan 130 orang.
Langkah ini ditentang keras dan menyebabkan Menteri Kehakiman Christiane Taubira mengundurkan diri pada bulan Februari.
"Saya menyadari bahwa sebagian kelompok oposisi menentang perubahan apapun terhadap konstitusi," kata Hollande setelah rapat kabinet.
"Saya menentang sikap ini, karena kita harus melakukan apapun yang dapat bisa dilakukan terkait keadaan serius ini."
Tetapi mantan presiden dan pimpinan partai oposisi, Republik, Nicolas Sarkozy, mengatakan kepemimpinan Hollande yang bermasalah.
"Dengan menjanjikan semua hal dan berbagai hal yang bertentangan dengan itu, dalam kenyataannya dia menyebabkan negara ini mengalami kebuntuan," katanya.









