Prancis kerahkan serdadu ke perbatasan

Tentara Prancis akan bergabung dengan ribuan polisi yang dikerahkan usai serangan di Paris, November lalu.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Tentara Prancis akan bergabung dengan ribuan polisi yang dikerahkan usai serangan di Paris, November lalu.

Pemerintah Prancis mengerahkan tambahan serdadu ke perbatasannya setelah tersangka serangan Paris, Abdeslam Salah, ditangkap di ibu kota Belgia, Brussels, pada Jumat (18/03).

Menteri Dalam Negeri Prancis, Bernard Cazeneuve, mengatakan para serdadu itu akan bergabung dengan 5.000 polisi yang telah ditempatkan di perbatasan setelah serangan berlangsung pada 13 November 2015 lalu.

Tambahan kekuatan itu sejalan dengan imbauan Interpol untuk memperketat perbatasan karena para tersangka serangan Paris diduga akan berupaya melarikan diri menyusul penangkapan Abdeslam.

  • <link type="page"><caption> Prancis mengharapkan Abdeslam segera diekstradisi</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160318_dunia_brussels_abdeslam" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Tersangka pelaku serangan Paris ditangkap di Brussel</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160318_dunia_serangan_paris" platform="highweb"/></link>
Aparat Belgia menggerebek kawasan Molenbeek, Brussels, Belgia, dan menangkap Abdeslam Salah.

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Aparat Belgia menggerebek kawasan Molenbeek, Brussels, Belgia, dan menangkap Abdeslam Salah.

Abdeslam ditangkap di Distrik Molenbeek, Brussels, 500 meter dari kediamannya. Dia menjadi buronan selama empat bulan, usai serangan Paris.

Dalam upaya penangkapan ini, pihak berwenang mengatakan Abdeslam cedera di bagian kaki. Kemudian seorang pria bersenjata bernama Mohamed Belkaid, tewas. Oleh media pemerintah Belgia, RBTF, Belkaid dikatakan sebagai kaki tangan Salah Abdeslam.

Aparat Belgia mendakwa Abdeslam dengan undang-undang mengenai terorisme. Namun, pemerintah Prancis berniat mengekstradisinya dan mengadilinya atas serangan yang menewaskan 130 orang.

Abdeslam, melalui pengacaranya, mengaku berniat meledakkan diri dalam serangan tersebut. Namun, belakangan dia berubah pikiran.

Para penyelidik berharap Abdeslam akan mengungkap lebih banyak informasi mengenai jaringan ISIS di balik serangan Paris, termasuk pendanaan dan rencana-rencana lain.