Bentrok antara pegiat dan petani opium di Myanmar

Sumber gambar, EPA
Para pegiat yang ingin membasmi produksi opium di Myanmar bentrok dengan para petani yang ingin melindungi tanaman opium.
Kelompok pegiat Pat Jasan menuduh pemerintah telah gagal dalam memberantas perdagangan opium gelap di Myanmar sehingga merasa perlu mengambil tindakan langsung.
Laporan-laporan menyebutkan tiga pegiat cedera dan 30 lainnya disandera oleh para petani.
Kekerasan terjadi setelah ketegangan antara pegiat dan petani selama lebih dari sepekan.

Sumber gambar, AP
Beberapa ribu pegiat selama lebih dari 10 hari belakangan turun ke jalanan dan berkemah di sekitar ladang poppy di dekat Waingmaw, negara bagian Kachin Myanmar utara.
Kepolisan sempat menghentikan gerak maju mereka untuk menghindari bentrokan namun seorang pegiat Pat Jasan mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa mereka sudah mendapat izin untuk mendekati ladang opium.
Myanmar merupakan <link type="page"><caption> penghasil opium terbesar kedua di dunia setelah Afghanistan.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2015/07/150702_majalah_afghan_drugs" platform="highweb"/></link>
Pat Jasan -yang didirkan dua tahun lalu dan memiliki kaitan dengan Gereja Baptis Myanmar- merupakan kelompok antinarkotika yang juga membantu para korban namun sering dikritik karena menggunakan pendekatan yang berlebihan, antara lain memukuli dan mempermalukan di depan umum.









