Paus mempertanyakan keyakinan Donald Trump sebagai orang Kristen

Sumber gambar, Reuters
Paus Fransiskus mempertanyakan keyakinan Donald Trump sebagai orang Kristen, setelah bakal calon Presiden AS dari partai Republik itu menyerukan pembangunan sebuah tembok pembatas negara itu dengan Meksiko.
Paus Fransiskus mengatakan "seseorang yang hanya berpikir untuk membangun tembok pembatas... Dan tidak membangun jembatan, bukanlah penganut Kristen".
Pengusaha New York ini mendukung pengembalian hampir 11 juta imigran yang tidak memiliki dokumen.
Trump menyebut dirinya sebagai seorang "yang bangga sebagai penganut Kristen" dan menyalahkan Meksiko karena membuat Paus mengucapkan komentar tersebut, dengan menyebut mereka "mengecewakan".
Trump menuding Meksiko mengirimkan "pemerkosa" dan kriminal ke AS.
Paus Fransiskus menyampaikan komentar itu di <link type="page"><caption> akhir kunjungannya - selama enam hari - di Meksiko</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/02/160218_dunia_paus_meksiko" platform="highweb"/></link>.
"Seseorang yang hanya berpikir mengenai membangun tembok, di manapun itu dan tidak membangun jembatan, bukan seorang Kristen. Ini bukan gospel," kata dia.
Trump: Saya bangga menjadi Kristen
Dia menolak untuk mengatakan apakah warga Amerika Serikat harus memilih Trump yang merupakan kandidat utama dalam pemilihan calon Presiden dari partai Republik.
"Saya hanya mengatakan bahwa orang ini bukan penganut Kristen jika dia mengatakan sesuatu seperti itu. Kami harus melihat jika dia mengatakan sesuatu seperti itu lagi dan saya akan meragukannya," kata Paus.
Ketika berkampanye di South Carolina, Trump menanggapi komentar Paus.
"Sebagai seorang pemimpin agama yang mempertanyakan keyakinan seseorang sangatlah mengecewakan. Saya bangga menjadi penganut Kristen," kata Trump. "Tidak ada pemimpin terutama pemimpin agama, yang memiliki hak untuk mempertanyakan keyakinan seseorang."

Sumber gambar, AFP
"Paus mengatakan sesuatu yang negatif tentang saya. Karena Pemerintah Meksiko menyakinkan dia bahwa Trump bukan merupakan orang yang baik," kata dia.
Sebelumnya dalam <link type="page"><caption> wawancara dengan FoxNews</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/01/160127_majalah_trump_fox" platform="highweb"/></link>, Trump mengatakan Paus merupakan seseorang "yang sangat politis." Dan mengatakan Paus mungkin tidak akan memahami bahaya jika AS membuka perbatasan dengan Meksiko.
Komentar Paus juga mendapatkan kritik dari kandidat Presiden AS dari partai Republik lainnya.
Mereka mengatakan setiap negara memiliki hak untuk mengatur perbatasannya sendiri, dan Yesus tidak pernah berniat untuk memberikan perintah kepada para pemimpin politik dan menjalankan negaranya.









