Paus Fransiskus kecam 'tragedi' kaum migran di Meksiko

Sumber gambar, AFP
Saat merayakan misa di kota Ciudad Juarez, Meksiko yang berbatasan dengan Amerika Serikat, Paus Fransiskus mengutuk 'tragedi' yang diderita orang-orang yang dipaksa pindah.
Sri Paus mendaki sebuah lereng yang menghadap Rio Grande yang memisahkan kota itu dan El Paso, Texas, dan meletakkan bunga di kayu salib yang dipancangkan untuk mengenang para migran yang tewas saat mencoba untuk melintasi perbatasan Amerika.
Sebelumnya, dia menemui sejumlah narapidana di penjara Ciudad Juarez yang dulunya merupakan salah satu kota paling penuh kekerasan di Meksiko.
Kegiatan ini mengakhiri lawatan Paus Fransiskus ke Meksiko selama lima hari.
"Kita tidak dapat menyangkal krisis kemanusiaan yang dalam beberapa tahun terakhir menyebabkan ribuan orang pindah dari negara ini," kata Paus kepada sekitar 300.000 orang yang menghadiri misa terbuka.
Di Amerika Serikat, puluhan ribu orang menyaksikan acara misa tersebut di layar raksasa.
"Setiap langkah, perjalanan sarat dengan ketidakadilan: mereka yang diperbudak, dipenjarakan dan diperas; begitu banyak saudara-saudari kita menjadi korban dari perdagangan manusia," kata Paus Fransiskus.
Sebelumnya pada Rabu (17/2), Paus juga mengunjungi penjara Cereso, sebuah penjara campuran yang menampung sekitar 700 narapidana, 250 dari mereka adalah para tahanan wanita.
Kunjungannya dipandang sebagai kesempatan untuk memberikan harapan kepada warga kota, yang hidup dalam rentetan pembunuhan dan kekerasan terkait kartel narkoba yang merajalela yang menyebabkan sejumlah orang takut keluar di malam hari.
"Masalah keamanan tidak bisa diselesaikan hanya dengan penjara, melainkan, kita terpanggil untuk menghadapi penyebab struktural dan kultural penyebab ketidakamanan yang mempengaruhi seluruh tatanan sosial," kata Paus Fransiskus kepada para narapidana.

Sumber gambar, AFP

Sumber gambar, AFP
Kunjungan Paus berlangsung hanya beberapa hari setelah 49 tahanan tewas dalam perkelahian antar anggota mafia di penjara Topo Chico di kota timur laut Monterrey.
Paus Fransiskus telah berulang kali menyerukan kepada para pemimpin negeri itu untuk menciptakan kedamaian bagi warganya.
Pada hari Selasa (16/2), dia mengatakan kepada kaum muda Meksiko yang tinggal di negara bagian yang sering diterpa kekerasan, Michoacan, "untuk berani bermimpi".
Dirinya mendesak para remaja Meksiko untuk menolak hidup dalam kejahatan.









