PM Finlandia tunda menjadi tuan rumah bagi migran

Sumber gambar, Reuters
Perdana Menteri Finlandia, Juha Sipila, menunda rencana membuka rumah luar kotanya untuk dihuni keluarga pencari suaka, karena alasan keamanan.
Pejabat keamanan kabinet mengatakan kepada media Finlandia, bahwa tawaran Sipila pada bulan September lalu membuat rumahnya "terlalu terbuka" bagi keluarga mana pun yang ingin tinggal disana.
Perdana menteri mengatakan siapa pun "harus bercermin dan bertanya bentuk pertolongan yang bisa diberikan" terhadap orang-orang yang baru datang di Finlandia.
Meskipun demikian <link type="page"><caption> perasaan antiimigran menguat </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/01/160131_dunia_geng_migran_swedia" platform="highweb"/></link>dalam beberapa bulan terakhir.
Sebuah laporan pada koran Iltalehti menyebutkan muncul kekhawatiran kedatangan pencari suaka di Kempele, Finlandia utara akan menarik perhatian pengunjuk rasa antiimigran.
Sekitar 32.000 orang mendaftarkan untuk mendapatkan suaka di Finlandia pada tahun 2015, yang berarti dua kali dari perkiraan sebelumnya.
Pemerintah Finlandia memperkirakan 20.000 orang akan dideportasi.
Sipila mengatakan pada hari Minggu (31 Januari) bahwa tawarannya masih berlaku.
Begitu keadaan keamanan membaik, sebuah keluarga dapat menghuni rumahnya.
Negara-negara seperti Swedia, Norwegia dan Denmark telah memperketat pembatasan terhadap pencari suaka dalam beberapa minggu terakhir.









