Bom di Damaskus 'mengganggu' perundingan damai Suriah

Damaskus

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Sedikitnya 45 orang tewas dalam ledakan di dekat sebuah tempat suci umat Syiah di Sayyia Zeinab.

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa mengatakan serangan bom di dekat ibukota Suriah, Damaskus, ditujukan untuk menganggu konferensi perdamaian di Jenewa, Swiss.

<link type="page"><caption> Sedikitnya 45 orang tewas dan 120 lainnya cedera dalam ledakan di dekat sebuah tempat suci umat Syiah</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/01/160131_dunia_suriah" platform="highweb"/></link> di Sayyia Zeinab, di selatan Damaskus, Minggu 31 Januari.

Bagaimanapun Federica Mogherini -yang ikut dalam perundingan di Jenewa- merasa terdorong dengan <link type="page"><caption> kehadiran perwakilan para kelompok oposisi Suriah ke perundingan yang disponsori PBB tersebut.</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/01/160131_dunia_pbb_perundingansuriah" platform="highweb"/></link>

Adapun pimpinan delegasi pemerintah Suriah untuk perundingan mengatakan serangan di Sayyia Zeinab membuktikan adanya kaitan antara oposisi dengan terorisme.

Kelompok militan Negara Islam atau ISIS sudah menyatakan berada di belakangan dua serangan bom bunuh diri tersebut.

Staffan de Mistura

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Staffan de Mistura akan bertemu dengan kedua belah pihak yang bertikai di Suriah.

Utusan PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura, hari Senin 31 Januari rencananya akan menggelar perundingan perwakilan pemerintah dan disusul dengan perwakilan dari kelompok oposisi utama.

Dia mengatakan perundingan awal pada hari Minggu berjalan dengan baik.

"Hal-hal yang mendorong dan positif terkait dengan masalah kemanusiaan. Akan ada pertemuan lainnya besok," jelasnya.

Di Washington, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry, mendesak kedua belah pihak yang bertikai di Suriah menggunakan kesempatan Jenewa untuk menghentikan pertumpahan darah.

Sejak konflik marak di Suriah tahun 2011 lalu, diperkirakan 250.000 orang tewas dan jutaan lainnya mengungsi di dalam neger maupun ke luar negeri sementara kelompok militan Negara Islam atau ISI berhasil menguasai beberapa wilayah di negara itu.