Clinton tuding Sanders dukung penggunaan senjata api di AS

Pengawasan senjata api dan program layanan kesehatan jadi fokus utama debat.

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Pengawasan senjata api dan program layanan kesehatan jadi fokus utama debat.

Dalam debat terakhir calon kandidat presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, para calon berdebat terkait pengawasan senjata api dan program layanan kesehatan.

Meskipun Hillary Clinton sejauh ini memuncaki hasil jajak pendapat nasional, dirinya mendapat ‘ancaman’ dari senator asal Negara Bagian Vermont, Bernie Sanders, di sejumlah negara bagian.

Pengawasan senjata api menjadi isu pertama yang dibahas pada debat yang diselenggarakan di dekat gereja di Charleston, South Carolina, tempat <link type="page"><caption> sembilan orang jemaat gereja ditembak mati pada Juni 2015</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/06/150618_dunia_gereja_as_penembakan" platform="highweb"/></link>.

Clinton mengklaim bahwa Sanders ‘mendukung’ kebijakan penggunaan senjata. Vermont, adalah salah satu negara bagian di AS yang memiliki tingkat kepemilikan senjata api tertinggi ; hampir satu dari dua rumah memiliki senjata.

Namun, Sanders membantah tudingan tersebut. Senator kelahiran New York tersebut menegaskan dirinya mendukung <link type="page"><caption> kebijakan Presiden Obama untuk memperketat pengecekan pada calon pembeli senjata api</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/01/160105_dunia_senjata_amerika" platform="highweb"/></link>.

Jaminan kesehatan untuk semua

Program layanan kesehatan Sanders diumumkan dua jam sebelum debat dimulai. Rencananya masyarakat harus membayar iuran sebesar “2,2% dari gaji”, sementara perusahaan tempat bekerja membayar 6,2% dari gaji karyawan untuk asuransi kesehatan.

Sanders klaim tetap akan mendukung Obamacare.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Sanders klaim tetap akan mendukung Obamacare.

Sanders menyebut programnya akan “berhenti memaksa warga AS untuk memilih antara menerima gaji yang lebih besar atau asuransi kesehatan yang lebih baik”.

Namun, Clinton mengklaim langkah apapun yang diambil untuk ‘menghentikan’ kebijakan layanan kesehatan yang saat ini berlaku, atau dikenal dengan Obamacare, akan menimbulkan perdebatan panjang di kubu partai demokrat.

Sanders merespon, “tidak ada yang mau mengganggu Obamacare”. Dirinya menyatakan “malah akan mengembangkan layanan kesehatan tersebut”.

Debat ini adalah yang terakhir sebelum Partai Demokrat memutuskan, pada 1 Februari mendatang, siapa calon yang akan mereka usung untuk pemilihan presiden 2016.