Obama 'fokus ke masa depan' dalam pidato tahunan terakhir

Sumber gambar, Getty Images
Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, dengan gigih membela kebijakan-kebijakannya sembari menunjukkan nada optimis akan masa depan di pidato kepresidenan tahunan terakhir.
Ia menanggapi nada negatif kampanye calon presiden yang sedang berlangsung, dan berkata bahwa AS memiliki "ekonomi paling kuat, paling bertahan di dunia".
"Siapapun yang menganggap ekonomi Amerika merosot, sedang menjajakan cerita karangan," kata Obama kepada para pembuat kebijakan.
Pidato kepada Kongres itu menyorot berbagai pencapaiannya, seperti pembaruan sistem jaminan kesehatan yang disebut Obamacare.
Namun, ia berfokus pada menegaskan kebijakan yang sudah diambilnya dan akan menjadi warisannya, dan bukan menyampaikan kebijakan-kebijakan baru.
"Untuk pidato terakhir saya di ruangan ini, saya tak ingin hanya berbicara tentang tahun depan," katanya. "Saya ingin fokus ke masa depan."

Sumber gambar, Getty Images
Obama berfokus pada upaya mengatasi kesenjangan pendapatan, penggunaan teknologi untuk melawan perubahan iklim, dan bagaimana mempertahankan keamanan nasional tanpa terjebak dalam konflik di negara yang jauh.
Akhirnya, ia berbicara panjang-lebar tentang memperbaiki keadaan politik dan perdebatan publik.
"Demokrasi sangat memerlukan ikatan kepercayaan yang mendasar antara warga," ujarnya.
Ia meminta para pemilih dan anggota Kongres mengubah nada perpecahan dalam politik serta "mengubah sistem untuk mencerminkan sisi yang lebih baik dari diri kita".
Obama mengatakan, salah satu penyesalan besar dari masa kepresidenannya ialah makin terpecahnya Republik dan Demokrat.
Obama menyindir kandidat presiden dari Partai Republik, Donald Trump, yang menuai kritik dengan komentarnya tentang Muslim dan imigran.

Sumber gambar, Reuters
"Ketika politikus menghina Muslim, ketika masjid dirusak, atau seorang anak dirisak, semua itu tidak membuat kita lebih aman," tutur Obama.
"Itu salah... dan itu mengkhianati siapa (jatidiri) kita sebagai negara."
Dalam setahun ke depan, Obama menyatakan ingin:
- menutup penjara di Teluk Guantanamo
- mencapai pembaruan yang berarti bagi sistem peradilan pdana
- menangani peningkatan penyalahgunaan obat yang diresepkan
- mengesahkan penggunaan kekuatan militer melawan ISIS
- mencabut embargo terhadap Kuba
Ia juga mengumumkan prakarsa riset kanker baru yang akan dipimpin wakil presiden, Joe Biden.

Sumber gambar, Getty Images
Obama hanya berbicara singkat soal pengaturan penjualan senjata api, meskipun ia baru saja meluncurkan kebijakan tentang kontrol senjata api. Tapi satu kursi dalam ruangan dibiarkan kosong sebagai simbol korban kekerasan senjata.
Gubernur Carolina Selatan, Nikki Haley, menyampaikan respon Partai Republik terhadap pidato tersebut dengan mengatakan bahwa Obama "bicara begitu fasih tentang hal-hal besar," tapi "rekam jejaknya ketinggalan dari kata-kata bersayapnya".
"Dalam saat-saat gelisah, akan mudah untuk mengikuti panggilan suara yang paling marah. Kita harus menolak godaan itu," ujarnya, kemungkinan merujuk pada Donald Trump, tapi tidak menyebutkan nama.
Ia mengatakan, anggota partai Republik harus mengakui peran mereka dalam berkurangnya kepercayaan rakyat terhadap pemerintah di AS.
"Kita harus mengambil keputusan besar. Negara kita sedang diuji," katanya. "Tapi kita telah diuji di masa lalu, dan rakyat kita selalu menyambut tantangan itu.









