PM Inggris 'cemaskan' dugaan pelanggaran veteran perang Irak

Sumber gambar, EPA
Perdana Menteri Inggris, David Cameron, "sangat khawatir" karena veteran Perang Irak dapat menghadapi ancaman hukuman karena tujuan pelanggaran yang "dibuat-buat" atau "tidak berdasar", kata kantor PM.
Para pengacara terus menangani dugaan pelanggaran para tentara dan memberikan temuan mereka kepada Iraq Historic Allegations Team (IHAT).
Sampai sejauh ini diinformasikan terdapat sekitar 290 veteran Inggris yang sedang diselidiki.
Downing Street menyatakan PM Cameron mengkhawatirkan orang-orang yang "didekati para pengacara" untuk membujuk mereka menyampaikan tuduhan.
Tim Tuduhan Bersejarah Irak dibentuk pada tahun 2010 oleh pemerintahan sebelumnya dari Partai Buruh.
IHAT menangani paling tidak 1.515 kemungkinan korban, 280 orang di antara mereka dibunuh secara ilegal.
Kasus kematian ilegal melibatkan 35 dugaan pembunuhan yang telah diberikan kepada Service Prosecuting Authority (SPA) - lembaga militer yang mirip dengan Crown Prosecution Service - di samping 36 dugaan kasus pelanggaran dan salah perlakuan yang dikeluhkan banyak pihak.
Ketika ditanyakan tentang sejumlah laporan bahwa beberapa veteran beberapa kali diselidiki terkait sejumlah kejadian yang sama, juru bicara resmi perdana menteri mengatakan," Kami sangat mengkhawatirkan keadaan seperti ini."
Dua penyelidikan umum telah menelaah tuduhan terhadap pasukan Inggris di Irak.
Tahun lalu,<link type="page"><caption> Al-Sweady Inquiry menyimpulkan pasukan membunuh dan memutilasi warga Irak dalam tahanan "tanpa alasan sama sekali"</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2011/09/110908_iraqbritishinquiry" platform="highweb"/></link> - meskipun sebagian teknik penahanan yang diterapkan dipandang sebagai salah perlakuan.









