Polisi Munich memperingatkan ancaman teror

Aparat kepolisian dengan senjata lengkap telah mengepung stasiun utama Munchen dan meminta orang-orang untuk meninggalkan stasiun, demikian laporan TZ.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Aparat kepolisian dengan senjata lengkap telah mengepung stasiun utama Munchen dan meminta orang-orang untuk meninggalkan stasiun, demikian laporan TZ.

Polisi di kota Munich, Jerman telah mengeluarkan peringatan adanya ancaman teror terencana dan meminta warga kota itu menghindari kerumunan.

Dalam pesan Twitternya, kepolisian Munich mengatakan telah mengevakuasi orang-orang yang berada di stasiun utama kota itu dan memastikan tidak kereta yang berhenti di sana.

Di laman Facebooknya, otoritas kepolisian Munich mengatakan telah memperoleh "informasi serius" bahwa serangan itu akan direncanakan saat pesta tahun baru. Tidak ada keterangan detil tentang informasi ini.

"Ada indikasi serangan teror terencana di Munich. Silakan menghindari dari kerumunan serta stasiun kereta Munich," demikian isi pesan kepolisian di Tweeternya.

Otoritas kepolisian Munchen mengatakan telah memperoleh "informasi serius" bahwa serangan itu akan direncanakan saat pesta tahun baru.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Otoritas kepolisian Munchen mengatakan telah memperoleh "informasi serius" bahwa serangan itu akan direncanakan saat pesta tahun baru.

Surat kabar yang terbit di Munich, TZ melaporkan kepolisian meyakini sejumlah kelompok akan melakukan serangan di sejumlah lokasi berbeda.

Otoritas Prancis

Media lokal melaporkan bahwa informasi adanya serangan teror itu datang dari otoritas Prancis.

Aparat kepolisian dengan senjata lengkap telah mengepung stasiun utama Munich dan meminta orang-orang untuk meninggalkan stasiun, demikian laporan TZ.

Surat kabar itu mengutip seorang juru bicara yang mengatakan, situasi di Munich "mirip dengan yang terlihat di Hannover" pada bulan November lalu, ketika laga sepak bola Jerman dan Belanda dibatalkan setelah kepolisian Hannover mengatakan adanya "ancaman teror".

"Kami ingin meminimalkan risiko sebanyak mungkin," kata juru bicara otoritas keamanan Munich kepada media lokal.