Skotlandia alami dampak terparah Badai Frank

Badai Frank

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Warga berusaha mencegah air masuk ke rumah setelah hujan badai mengakibatkan sungai meluap di Kota Peebles, Skotlandia, Selasa (30/12).

Badai Frank menghantam sejumlah wilayah Inggris, Skotlandia, dan Irlandia Utara, sehingga mengakibatkan banjir parah.

Dampak terparah dialami Skotlandia. Ratusan warga mengungsi dari rumah mereka di Kota Dumfries, Hawick, dan Peebles.

Badai Frank juga mengakibatkan pasokan listrik ke ratusan rumah di Yorkshire, terputus. Adapun 31 peringatan banjir tetap diberlakukan di kawasan Cumbria dan Lancashire.

Prakiraan cuaca menyebutkan curah hujan yang paling parah telah berlalu tetapi ada kemungkinan banjir karena air bergerak dari tempat yang lebih tinggi.

Di Dumfries and Galloway, Sungai Nith meluap dan menyebabkan banjir. Peringatan banjir, yang bisa menyebabkan korban jiwa, telah dikeluarkan di daerah Whitesands. Akses ke Desa Moffat dan Carsphairn terputus dan kru pemadam kebakaran menyelamatkan warga dari properti mereka dengan perahu.

Pemadaman listrik

Sungai Tweed di Peebles juga dinyatakan siaga banjir dan lebih dari 300 rumah telah dievakuasi di Hawick.

Lebih dari 100 orang yang diungsikan dari rumah mereka di Ballater, Aberdeenshire bermalam di Victoria Barracks. Tempat tersebut biasanya digunakan untuk rumah personel keamanan penjaga ratu saat Ratu Elizabeth II menginap di Balmoral Castle, yang tak jauh dari situ.

Di Irlandia Utara, ribuan rumah mengalami pemadaman listrik, perjalanan udara tertunda, dan pohon tumbang menyebabkan masalah di jalan.

Pada hari Selasa (30/12) Menteri Dalam Negeri Inggris, Greg Clark, mengumumkan penambahan biaya £50 juta (Rp1,03 triliun) untuk membantu keluarga dan bisnis yang terkena dampak banjir di Inggris utara. Pemerintah menyatakan telah menjanjikan dana bantuan lebih dari £100 juta (Rp2,05 triliun).