Suami istri yang berencana mengebom London dihukum

Mohammed Rehman Sana Ahmed Khan

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Mohammed Rehman dan istrinya, Sana Ahmed Khan, dinyatakan bersalah.

Pasangan suami istri yang merencanakan serangan teror di London dijatuhi hukuman penjara minimum 27 dan 25 tahun.

Mohammed Rehman, 25 tahun, melalui media sosial dengan menggunakan nama "Silent Bomber", mendiskusikan rencananya menyerang jaringan kereta bawah tanah London dan pusat perbelanjaan Westfield.

Ia dan istrinya, Sana Ahmed Khan, divonis mempersiapkan tindakan terorisme.

Didakwa di Pengadilan Pidana Inggris Raya di Old Bailey, Hakim Baker mengatakan bahwa Rehman "bertekad menjalankan panggilan jihad" dari kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS".

Selama persidangan terungkap bahwa bahan kimia pembuat bom ditemukan di rumah Rehman di Reading, 65 km dari London, dan di sana ia juga merekam dirinya sendiri membuat ledakan kecil di halaman belakang rumahnya.

'Kunci ke surga'

Rehman kimia

Sumber gambar, PA

Keterangan gambar, Bahan kimia yang ditemukan di kediaman Mohammed Rehman di Reading.

Ia merencanakan serangan yang bertepatan dengan 10 tahun peringatan ledakan 7 Juli di London.

Peran Sana Khan, 24 tahun, adalah untuk menemukan bahan kimia yang diperlukan untuk membuat bom yang "besar".

Rehman, yang juga didakwa memiliki barang-barang untuk keperluan terorisme, merupakan pengguna aktif jejaring Twitter.

Di situ, ia banyak mengungkapkan pesan-pesan ekstrem tentang Islam dan gambar perangkat rakitan untuk membuat bom serta petunjuk pembuatannya.

Rehman pernah bercuit mengatakan bom rakitan adalah "kunci ke surga" baginya.

Sebelum persidangan, Sana Khan menyerahkan surat bertuliskan tangan ke hakim bahwa ia telah menceraikan Rehman dua pekan sebelumnya tapi tak berani sungguh-sungguh meninggalkan Rehman.

Namun hakim menolak argumen Sana dan tetap menjatuhkan hukuman terhadapnya.