Bom palsu di pesawat, dua penumpang ditangkap

Air France

Sumber gambar, r

Keterangan gambar, Pesawat Air France ketika diparkir di Bandara Mombasa, Kenya.

Kepolisian Prancis menangkap pasangan penumpang maskapai Air France dalam penerbangan dari Mauritius ke Paris yang melakukan pendaratan darurat di Kenya setelah ditemukan bom palsu.

Mereka dilaporkan ditangkap begitu tiba di Prancis pada Senin (21/12). Salah satu di antara mereka, lapor radio Europe 1, adalah mantan polisi La Reunion, wilayah Prancis di Samudra Hindia.

Nama-nama mereka sejauh ini belum dibeberkan oleh pihak berwenang.

Pesawat Boeing 777 mengangkut 459 penumpang dan 14 awak mendarat darurat di Mombasa, Kenya, dalam penerbangan langsung dari Mauritius ke Bandara Charles de Gaulle di Paris.

Ini dilakukan setelah ditemukan benda yang semula diduga bom yang diletakkan di toilet. Setelah diselidiki ternyata benda itu bukan bom asli.

Penumpang Air France

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Penumpang Air France dipindahkan ke hotel di Mombasa sambil menunggu pesawat pengganti.

Pimpinan maskapai Air France, Frederic Gagey, sudah mengatakan bahwa bom palsu dibuat dari kardus dan penghitung waktu di dapur. Ditambahkannya benda tersebut tidak membahayakan keselamatan.

Menurut Frederic Gagey, penempatan bom palsu tersebut adalah tindakan yang disengaja dan agresif.

Insiden ini terjadi di tengah peningkatan kekhawatiran akan keamanan menyusul <link type="page"><caption> serangkaian serangan mematikan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia" platform="highweb"/></link> di ibu kota Paris pada 13 November lalu.