Keluarga Gandhi dibebaskan dengan jaminan oleh pengadilan

Sonia dan Rahul Gandhi

Sumber gambar, epa

Keterangan gambar, Sonia dan Rahul Gandhi di tengah kerumunan tiba di pengadilan.

Pemimpin tertinggi Partai Kongres India, Sonia dan Rahul Gandhi, muncul di pengadilan sehubungan dengan dakwaan korupsi terhadap mereka.

Kedua pemimpin partai oposisi ini dibebaskan dengan jaminan beberapa saat sesudah tiba, dan kasus mereka akan dilanjutkan lagi pada tanggal 20 Februari mendatang.

Ibu dan anak ini didakwa menyalahgunakan dana partai untuk membeli perusahaan yang menerbitkan koran National Herald, yang kini sudah tutup.

Kasus ini diajukan ke pengadilan oleh anggota dari partai yang berkuasa, Partai BJP.

Subramanian Swamy dari BJP mengatakan keluarga Gandhi mengambil alih untuk mencoba mengakuisisi sekitar US$300 juta (Rp4 triliun) aset berupa properti.

'Balas dendam politik'

Pengadilan Sonia dan Rahul Gandhi

Sumber gambar, epa

Keterangan gambar, Petugas berjaga di depan pengadilan.

Pengadilan Delhi menolak permohonan Gandhi untuk tidak menghadiri sidang pengadilan hari Sabtu, 19 Desember ini.

Wartawan BBC di Delhi menggambarkan ratusan personil keamanan berjaga di luar gedung pengadilan selagi anggota keluarga Gandhi menghadiri sidang, ditemani oleh anggota partai lain.

Sonia Gandhi yang merupakan presiden Partai Kongres menyambut baik penetapan pengadilan itu dan ia yakin kebenaran akan terungkap.

Harian National Herald berhenti terbit pada tahun 2008. Partai Kongres pernah mengatakan ingin menghidupkan lagi surat kabar yang didirikan pada tahun 1939 oleh Perdana Menteri India pertama, Jawaharlal Nehru.

Namun Subramanian Swamy menuduh mereka menggunakan dana partai secara ilegal untuk mengakuisisi properti milik harian tersebut.

Kasus ini sempat menghentikan sidang parlemen, dan anggota dewan dari Partai Kongres menyebut ini sebagai "balas dendam politik" dari BJP.

BJP -yang menang mutlak dalam pemilu India- menolak tuduhan tersebut.