Beijing keluarkan lagi 'peringatan bahaya merah' polusi

Kabut asap Beijing

Sumber gambar, epa

Keterangan gambar, Polusi PM2.5 mencapai 500 mikrogam, jauh di atas ambang batas aman 25 mikrogram per meter kubik.

Beijing mengeluarkan peringatan bahaya polusi udara untuk keduakalinya <link type="page"><caption> dalam bulan ini</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/12/151207_dunia_cina-asap.shtml" platform="highweb"/></link>.

Ibukota Cina ini akan menghadapi polusi udara berupa asap bercampur kabut mulai hari Sabtu, 19 Desember, hingga Selasa pekan depan, menurut Pusat Meteorologi Beijing.

Kabut asap ini akan lebih buruk daripada yang datang awal bulan ini, dengan tingkat polusi PM2.5 melebihi 500 mikrogram per meter kubik.

Batas aman polusi PM2.5 menurut organisasi kesehatan dunia (WHO) adalah 25 mikrogram per meter kubik.

Penduduk diminta untuk tetap berada di dalam rumah.

Kawasan luas

Kabut asap Beijing

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Masker pernapasan jadi bagian keseharian penduduk Beijing.

Pemerintah juga mengeluarkan peta yang memperlihatkan wilayah yang terkena dampak kabut asap ini, yang mencapai 2.000km, mencakup 12 kota.

Daerah yang terpengaruh secara nasional juga cukup luas, mulai dari Xian di Cina Tengah hingga Harbin di timur laut.

Sistem peringatan empat tingkat -dengan merah sebagai tingkat tertinggi- dimulai dua tahun lalu, namun 'bahaya merah' baru pertama kali dikeluarkan awal bulan ini.

Penyumbang utama bagi kabut asap ini adalah industri dan sistem penghangat berbahan bakar batu bara, yang meningkat penggunaannya dalam kondisi cuaca selama musim dingin.

Konsumsi energi Cina masih mengandalkan batu bara sampai sekitar 60%, sekalipun sudah mulai banyak investasi untuk energi terbarukan.

Pemerintah berjanji akan mengambil langkah yang diperlukan untuk menangani tingkat polusi yang membahayakan ini.