Tangani polusi di Beijing, Cina ambil pinjaman ADB

Sumber gambar, GETTY
Cina akan menerima pinjaman $300juta (lebih dari Rp4 triliun) dari Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank, ADB) untuk membantu memerangi polusi di kota Beijing dan sekitarnya yang sudah mencapai tingkat berbahaya.
ADB mengatakan bahwa kualitas udara sudah begitu buruk hingga tingkat yang "membahayakan kesehatan dan pertumbuhan yang berkelanjutan".
Pinjaman ADP ini dimaksudkan antara lain untuk mengurangi penggunaan batubara di wilayah ini.
Cina adalah pencemar terbesar dunia.

Sumber gambar, Sam
Pinjaman ini diarahkan bagi kota Beijing dan sekitarnya termasuk Hebie dan Tianjin. Wilayah ini berpenduduk lebih dari 100 juta orang dan menyumbang 10% dari produk domestik bruto China, kata ADB.
Ahli pembangunan perkotaan ADB Satoshi Ishii mengatakan, "bantuan (kami) akan membantu mengurangi emisi dan memperkuat kerangka perundangan lingkungan dan kapasitas dan penegakan hukum pemantauan lingkungan.
"Kualitas udara yang lebih baik akan menguntungkan ekonomi dan kesehatan masyarakat, baik di kawasan itu maupun di sekitarnya," tambahnya.

Sumber gambar, Other

Sumber gambar, Other
Pinjaman ADB ini berbarengan dengan KTT Iklim Dunia yang masih belangsung di Paris.
Sebelumnya, awal pekan ini Beijing mencatat <link type="page"><caption> 'siaga merah' untuk tingkat pencemaran udaranya</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/12/151201_dunia_asap_beijing" platform="highweb"/></link>, sejak Senin hingga Kamis.
<link type="page"><caption> Sekolah-sekolah di Beijing ditutup</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/12/151207_dunia_cina-asap" platform="highweb"/></link> karenanya, sejumlah pabrik diperintahkan untuk ditutup, dan penggunaan mobil dibatasi.









