Rusuh di Belanda karena rencana fasilitas untuk migran

Geldermalsen

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Pengunjuk rasa di kota Geldermalsen, Belanda membongkar pagar dan melempar mercon ke polisi.

Pertemuan di sebuah kota Belanda untuk merundingkan apakah akan membangun fasilitas baru bagi para migran harus dihentikan ketika sejumlah pengecamnya melakukan keributan.

Pengunjuk rasa di Geldermalsen membongkar pagar dan melempar mercon ke polisi yang kemudian membalas dengan melepas tembakan peringatan.

Negara-negara Eropa menghadapi pengungsi dan migran lainnya dalam jumlah besar yang memasuki Yunani secara gelap lewat Turki.

Menteri Keamanan dan Hukum Belanda, Klaas Dijkhoff, mengatakan para demonstran telah kelewat batas.

"Menemukan tempat perlindungan pencari suaka merupakan suatu pertanyaan sulit tetapi ada batasan tentang cara menyatakan pendapat," katanya kepada TV Belanda.

"Batasnya dilanggar ketika Anda berteriak dan melakukan kerusuhan. Ini tidak sejalan dengan perundingan dan, untungnya, kita telah menyaksikan hal ini jauh lebih terkendali di tempat-tempat lain dan jalan keluarnya sudah ditemukan. Ini tidak bisa diterima."

<link type="page"><caption> Krisis migran diperkirakan akan mendominasi pertemuan pada pemimpin Uni Eropa</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/12/151214_dunia_merkel_migran" platform="highweb"/></link> hari Kamis (17 Desember) di Brussels, Belgia.