Inggris batasi migran non Eropa

Inggris akan menerapkan pembatasan sementara pendatang dari luar Uni Eropa mulai bulan depan sebelum pembatasan permanen.
Sekitar 24.000 pekerja migran dari luar Uni Eropa - turun sekitar 5%- akan diijinkan masuk Inggris sampai April tahun depan.
Rencana itu secara resmi akan diumumkan hari Senin oleh Menteri Dalam Negeri Theresa May.
May kemudian akan mulai proses konsultasi untuk menerapkan pembatasan permanen migran non Eropa mulai bulan April.
Pembatasan sementara itu dilakukan untuk mencegah banjir pendatang menjelang kebijakan itu diterapkan.
Salah satu organisasi perekrutan Inggris, Recruitment and Employment Confederation, mengkritik pembatasanitu karena menurut mereka akan menyebabkan kekurangan pekerja trampil.
Organisasi itu mengatakan sektor jasa sosial, khususnya akan terganggu.
Julia Onslow-Cole dari PricewaterhouseCoopers mengatakan kepada BBC biaya untuk mempekerjakan pendatang di perusahaan-perusahaan Inggris tiga kali lebih tinggi dibandingkan warga setempat.
"Mereka tidak membuang-buang uang begitu saja, namun mereka memang perlu keahlian mereka.
"Khususnya dalam masa perekonomian seperti sekarang ini, saya rasa sangat penting untuk membiarkan perusahaan mempekerjakan warga asing," katanya.
Asosiasi Katering Bangladesh -yang mewakili sekitar 12.000 restoran Asia selatan itu di Inggris- mengatakan pembatasan imigrasi akan berdampak serius terhadap kemampuan mereka merekrut juru masak dari luar Uni Eropa untuk bekerja di Inggris.
Seorang juru bicara mengatakan sektor restoran mereka memasok sekitar £30 milyar untuk perekonomian Inggris dan rencana pembatasan itu akan menghambat pertumbuhan ekonomi.
Konfederasi perekrutan tenaga kerja, Recruitment and Employment Confederation (REC) yang mewakili industri swasta yang bernilai £27 milyar, juga mengatakan mereka khawatir dengan pembatasan tersebut karena dapat mempengaruhi sektor jasa sosial di sejumlah tempat.
Berat tapi adil
Seorang juru bicara konfederasi industri Inggris mengatakan organisasi itu akan menunggu sampai pengumuman oleh mentri dalam negeri hari Senin sebelum memberikan komentar.
Seorang juru bicara pihak oposisi, Partai Buruh mengatakan mereka juga akan menunggu sampai Senin sebelum mengeluarkan tanggapan penuh, namun menambahkan: "Tampaknya para pejabat partai Konservatif juga meragukan usulan itu.
"Sistem poin ala Australia yang diterapkan Partai Buruh telah memiliki pengaruh besar dalam menurunkan jumlah migran dan menutup pintu bagi pekerja tidak trampil dari luar Uni Eropa."
"Kami tetap memegang pendekatan yang akan membantu perekonomian kita, dengan langkah yang keras namun adil."
Dalam kampanye pemilihan umum Mei lalu, Perdana Menteri David Cameron mengatakan ia ingin mengurangi jumlah migran dari ratusan ribu menjadi puluhan ribu. Angka saat ini sekitar 163.000.
Partai Liberal Demokrat, yang berkoalisi dengan Partai Konsevatif saat ini, dalam kampanye pemilu menentang usulan pembatasan itu namun kemudian menyepakati sebagai bagian dari perjanjian pemerintah koalisi.









