Pencuri jarah bensin Nigeria senilai Rp3,4 triliun

Praktik pencurian bahan bakar menyebabkan negara merugi US$250 juta atau Rp3,4 triliun.

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Praktik pencurian bahan bakar menyebabkan negara merugi US$250 juta atau Rp3,4 triliun.

Sejumlah pencuri telah menjarah bensin senilai hampir US$250 juta atau setara dengan Rp3,4 triliun dari sebuah jaringan pipa, menurut perusahaan minyak Nigeria (NNPC).

Bensin sebanyak setengah miliar liter itu dijarah dari jaringan pipa yang membentang sejauh 250 kilometer dari bagian timur-laut Kota Lagos ke Kota Ilorin.

Akibat pencurian itu, pasokan minyak berkurang sehingga NNPC mengaku kewalahan "menyediakan produk minyak bumi untuk sejumlah pasar".

Selama beberapa hari terakhir, antrean panjang terlihat di sejumlah pengisian bahan bakar bensin di Nigeria.

Untuk mengatasinya, NNPC menggencarkan distribusi bensin ke pelosok negeri.

"Kami telah mengirim 35 juta liter setiap hari ke pasaran dan tidak ada alasan mengapa tidak ada bahan bakar," kata Esther Nnamdi Ogbue, direktur anak perusahaan Pipelines and Product Marketing Company, anak perusahaan NPC

Meski demikian, Ogbue menyalahkan praktik penimbunan di beberapa daerah.

Aksi memprotes pencabutan subsidi BBM sempat diwarnai kekerasan pada 2012 lalu.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Aksi memprotes pencabutan subsidi BBM sempat diwarnai kekerasan pada 2012 lalu.

Subsidi

Nigeria adalah eksportir minyak terbesar di Afrika, namun kapasitas untuk penyulingan masih kurang. Ini artinya mereka mengandalkan impor dan kekurangan bahan bakar seringkali terjadi.

Ini diperparah oleh skema subsidi yang kerap tersendat. Pada bulan Mei pasokan minyak terhenti setelah para importir menutup depot-depotnya lantaran pembayaran subsidi tidak berjalan.

Direktur NNPC Emmanuel Kachikwu mengatakan subsidi telah membebani perekonomian Nigeria. Presiden Muhammadu Buhari pun didesak untuk mencabut subsidi.

Akan tetapi, upaya untuk menghentikan subsidi telah menyebabkan <link type="page"><caption> unjuk rasa yang diwarnai kekerasan, seperti terjadi pada 2012</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2012/01/120115_nigeriaoil" platform="highweb"/></link>.