Boko Haram bertanggungjawab atas bom bunuh diri Abuja

Sumber gambar, AP
Kelompok militan Islam Boko Haram mengaku bertanggungjawab atas bom bunuh diri yang menewaskan setidaknya 18 orang di kawasan pinggiran ibukota Abuja, Jumat, 2 Oktober lalu.
Dalam sebuah pernyataan di media sosial, mereka mengatakan menargetkan dua pos polisi di sana.
Kelompok itu mengedarkan gambar dari tiga pelaku bom bunuh diri, seluruhnya laki-laki, untuk membantah pernyataan polisi bahwa salah seorang pelaku pengeboman adalah perempuan.
Sementara itu, menurut media setempat, kepolisian di ibukota Abuja membentuk unit taktis khusus untuk menangani serangan yang dilakukan oleh Boko Haram.
Kepolisian mengimbau agar penduduk tidak panik menghadapi perkembangan ini.
Pemerintah Nigeria mengutuk serangan bom bunuh diri tersebut dan menyebutnya sebagai sebuah 'tindakan pengecut'.
Pengumuman Boko Haram dikeluarkan di bawah bendera kelompok Negara Islam Afrika Barat, nama yang dipakai oleh Boko Haram sejak mengumumkan kesetiaan mereka kepada kelompok yang menamakan diri negara Islam atau ISIS.
Pemberontakan Boko Haram, yang ingin menerapkan Syariah Islam, sejak tahun 2009 lalu diperkirakan sudah menewaskan 17.000 jiwa dan 2,5 juta orang mengungsi dari rumahnya.









