Pemilu Myanmar resmi dimulai

Sumber gambar, EPA
Segenap tempat pemungutan suara di Myanmar telah dibuka pada Minggu (08/11), sebagai tanda pemilihan umum resmi dimulai.
Pemilu kali ini dianggap sebagai yang <link type="page"><caption> pemilu paling terbuka dalam 25 tahun terakhir</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/pemilu_myanmar" platform="highweb"/></link> setelah puluhan tahun Myanmar dikuasai junta militer.
Partai Persatuan Pembangunan Solidaritas (USDP), yang telah berkuasa sejak 2011 dan disokong militer, ialah salah satu partai yang diperkirakan bakal meraup banyak suara.

Sumber gambar, EPA
Pesaingnya ialah <link type="page"><caption> partai oposisi Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD)</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/11/151106_dunia_pemilu_myanmar" platform="highweb"/></link> pimpinan <link type="page"><caption> Aung San Suu Kyi.</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/11/151105_dunia_suu_kyi_diatas_presiden" platform="highweb"/></link> NLD diduga akan meraih kemenangan besar dalam pemilu, walaupun Suu Kyi tidak bisa menjadi presiden karena konstitusi negara itu -yang dirancang rezim militer- melarangnya.
Dalam ketentuan itu, seseorang tidak bisa menjadi presiden jika menikah dengan orang asing dan juga memiliki anak orang asing. Sekadar catatan, suami Suu Kyi ialah mendiang Michael Aris, sejarawan asal Inggris. Pasangan tersebut memiliki dua putra.

Sumber gambar, Andre Malerba
Mayoritas
Pada pemilu Myanmar tahun ini, sekitar 30 juta orang terdaftar untuk memilih.
Suara mereka akan menentukan siapa di antara 6.000 kandidat dari lebih 90 partai yang mengisi 664 kursi parlemen.
Namun, 25% dari seluruh kursi tersebut telah dialokasikan untuk perwakilan militer. Besar kemungkinan mereka akan berpihak pada USDP.

Sumber gambar, Reuters
Untuk bisa menjadi mayoritas sekaligus mengalahkan USDP, NLD dan partai-partai oposisi harus meraih 67% dari semua kursi di parlemen.
Meski demikian, seperti dilaporkan wartawan BBC Jonah Fisher dari Yangon, tidak ada jajak pendapat yang handal di negeri ini, sehingga sulit mengetahui bagaimana hasil akhir penghitungan suara.
Bagaimanapun, <link type="page"><caption> Presiden Thein Sein</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/11/151103_dunia_myanmar_pemilu" platform="highweb"/></link> mengatakan aparat akan menghormati hasil pemilu.
“Saya akan menerima pembentukan pemerintahan baru berdasarkan hasil pemilu,” kata Thein Sein.

Sumber gambar, EPA
Perkataan Presiden Thein Sein seolah menepis keraguan terkait pemilu 1990. Kala itu, NLD memenangi suara mayoritas, namun hasil pemilu diabaikan junta militer.
Lepas dari isu terseut, pemilu kali ini dikritik karena ratusan ribu orang, termasuk etnis minoritas Rohingya yang beragama Islam, tidak bisa memilih.









