Buron India diterbangkan dari Bali

Rajendra Sadashiv Nikalje

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Rajendra Sadashiv Nikalje dikawal menuju pesawat di Bandara Internasional Ngurah Rai.

Salah satu buron India yang paling dicari, Rajendra Sadashiv Nikalje, sudah dideportasi dari Bali setelah sempat tertunda karena Bandara Ngurah Rai ditutup.

Nikalje, 56, dibawa ke bandara dari tahanan dengan pengawalan ketat dan pesawat yang membawanya lepas lendas Kamis malam (05/11), kata seorang sumber di kepolisian sebagaimana dilaporkan kantor berita AFP.

<link type="page"><caption> Sedianya ia dideportasi ke India Selasa lalu</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/11/151105_indonesia_deportasi_bos_mafia_india" platform="highweb"/></link> tetapi Bandara Internasional Ngurah Rai ditutup karena abu vulkanik dari anak Gunung Rinjani.

Rajendra Sadashiv Nikalje atau di India dikenal dengan julukan Rajan Kecil ditangkap di Bali ketika mendarat dari Sydney pada tanggal 25 Oktober lalu. Di paspornya nama yang digunakan adalah Mohan Kumar.

Penangkapannya di Bali dilakukan atas informasi dari pihak berwenang Australia. Di negara itu, ia tinggal dengan menggunakan identitas palsu selama 20 tahun terakhir.

Rajendra Sadashiv Nikalje

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Rajendra Sadashiv Nikalje menggunakan nama Mohan Kumar di paspor yang digunakan ke Bali.

Ia hidup berpindah-pindah untuk menghindari penangkapan. Namanya masuk ke dalam daftar Interpol pada tahun 1995.

Di India ia menghadapi berbagai tuduhan, termasuk pembunuhan, pemerasan dan penyelundupan narkotika.

Pria itu besar di Mumbai dan dilaporkan sudah terlibat kejahatan sejak kecil sebelum memimpin salah satu sindikat di kota itu.