Konflik Suriah: ISIS merebut kota Maheen dari pasukan pemerintah

Provinsi Homs diserang gempuran udara Rusia pada beberapa minggu terakhir.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Provinsi Homs diserang gempuran udara Rusia pada beberapa minggu terakhir.

Kelompok militan yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS dilaporkan telah merebut Kota Maheen di pusat Provinsi Homs, Suriah, dari pasukan pemerintah.

Maheen adalah tempat bagi kompleks militer raksasa dan pedagang senjata.

Mereka memulai serangan dengan dua bom bunuh diri pada Sabtu (30/10), demikian dilaporkan lembaga pengamat hak asasi manusia Suriah yang berbasis di Inggris.

Pada Minggu pagi (01/11) seluruh kota telah jatuh ke tangan ISIS, berdasarkan laporan Pengamat dan pernyataan resmi dari ISIS.

Pertempuran juga berlangsung di dekat Sadad, rumah bagi komunitas Kristen Suriah.

Pendudukan ini terjadi di tengah-tengah <link type="page"><caption> serangan udara di Suriah oleh Rusia</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/09/150930_dunia_suriah_rusia" platform="highweb"/></link> dan koalisi yang dipimpin Amerika Serikat.

ISIS memperluas basisnya dari utara dan selatan menuju Homs di pusat Suriah pada beberapa bulan terakhir. Kelompok itu menyerbu Kota Tadmur--rumah reruntuhan kuno Palmyra--pada Mei, kemudian merebut kota Al-Qaryatain pada Agustus.

Serangan terbaru di Maheen dan Sadad membuat ISIS mendekat ke jalan utama yang menghubungkan ibu kota Suriah, Damaskus, ke Homs dan kota-kota lain di utara.

Pengamat mengatakan, hampir 50 prajurit pemerintah terbunuh atau terluka dalam pertempuran.

Douma, yang dikuasai pasukan pemberontak, diserang dengan serangan udara dan penembakan.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Douma, yang dikuasai pasukan pemberontak, diserang dengan serangan udara dan penembakan.

Tameng Manusia

Pada Jumat (30/10), lebih dari 70 orang dilaporkan terbunuh dan ratusan lainnya terluka oleh gempuran udara dan penembakan di sebuah pasar di Douma, kawasan di pinggiran Damaskus yang dalam pendudukan pasukan pemberontak.

Dalam upaya menangkal serangan, kelompok pemberontak di Douma memanfaatkan tentara tawanan dan orang lain yang propemerintah sebagai tameng manusia.

Video menampilkan pria dan wanita dikurung dalam sangkar besi dan diangkut dengan truk. Salah satu tawanan mengaku sebagai perwira dan meminta penghentian serangan bom di kawasan tempat ia ditahan.

Koalisi yang dipimpin AS mengatakan telah melancarkan sembilan serangan udara ke Suriah pada Minggu (01/11), termasuk Ma'a dan al-Hawl di wilayah utara.

Pekan ini Gedung Putih mengumumkan, kurang dari 50 tentara pasukan khusus AS akan dikirim ke Suriah untuk membantu pasukan pemberontak antipemerintah melawan ISIS.