ISIS jadikan wartawan sebagai sasaran di Mosul

Sumber gambar, afp getty
Milisi kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS menewaskan paling tidak 13 wartawan dan pekerja media lainnya di Mosul sejak menguasai kota Irak tersebut pada tahun 2014.
Organisasi wartawan yang berkantor di Prancis, Reporters Without Borders (RSF), mengatakan para wartawan itu adalah bagian dari 'sasaran prioritas' kelompok jihadis tersebut.
Sementara nasib dari paling tidak 10 dari 49 pekerja media yang diculik di sana dalam 16 bulan terakhir masih belum diketahui.
RSF mengatakan <link type="page"><caption> ISIS juga menguasai stasiun TV dan radio setempat</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/10/151022_dunia_as_kurdi" platform="highweb"/></link>, yang mengubah Mosul menjadi sebuah 'lubang hitam informasi'.
Studio dan peralatan mereka dianggap sebagai pampasan perang dan digunakan untuk melakukan serangan informasi, kata pimpinan RSF untuk kawasan Timur Tengah dan Maghribi, Alexandra El Khazen.
Peralatan yang dirampok dari TV Sama Mosul diyakini telah digunakan untuk merekam pidato yang disampaikan pimpinan ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi, di Masjid Besar kota itu pada bulan Juli 2014.
Tayangan itu merupakan pemunculan pertama al-Baghdadi di depan umum.





