Australia cabut gelar kehormatan karena 'tidak patut'

Sumber gambar, afp getty
Australia tidak akan lagi menunjuk knights dan dames dalam sistem penghargaan, kata Perdana Menteri Malcolm Turnbull.
Turnbull mengatakan gelar tersebut 'tidak patut' dalam Australia modern dan Ratu Elizabeth telah menerima usulan kabinet untuk mencabut pemberian penghargaan tersebut.
Mantan Perdana Menteri Tony Abbott yang memperkenalkan kembali gelar ksatria pria dan wanita itu di tahun 2014.
Abbott mengeluarkan keputusan kontroversial memberikan gelar kesatriaan kepada Pangeran Philip pada bulan Januari, yang dipandang banyak pihak sebagai salah satu penyebab berakhirnya kepemimpinannya.
Saat itu Abbott mengatakan Australia menganugerahkan penghormatan kepada 'pelayanan dan dedikasi' yang sudah diberikan Duke of Edinburgh atau Pangeran Philip tetapi kemudian dia mengatakan keputusan tersebut gegabah.
<link type="page"><caption> Dia diturunkan sebagai pemimpin Partai Liberal</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/09/150914_dunia_australia_politik" platform="highweb"/></link> yang beraliran politik kanan-tengah Turnbull pada bulan September.
Lewat pernyataannya, Turnbull menyebutkan penghargaan Order of Australia adalah sebuah cara penting untuk menghormati keberhasilan dan pelayanan banyak warga Australia, termasuk pahlawan yang hanya dikenal masyarakat setempat.
Tetapi dia mengatakan kabinetnya baru-baru ini mengkaji sistem tersebut dan memutuskan gelar keksatriaan tersebut 'tidak patut dalam sistem penghargaan modern kita'.









