Dampak ekonomis pencabutan kebijakan satu anak di Cina

Bayi Cina

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Permintaan produk bayi di Cina diperkirakan meningkat sesudah pencabutan kebijakan satu anak.

Diakhirinya kebijakan satu anak yang diterapkan pemerintah Cina sejak 1980-an langsung memicu peningkatan harga saham perusahaan yang membuat produk-produk bayi.

Produk-produk ini, seperti makanan dan kereta bayi, diperkirakan akan mengalami peningkatan penjualan dalam beberapa tahun ke depan.

Menurut kantor berita Reuters, saham perusahaan pembuat susu bayi Danone SA mencapai rekor tertinggi dalam lima bulan terakhir dan Mead Johnson Nutrition Co mencapai puncak dalam dua bulan terakhir, <link type="page"><caption> sesudah kebijakan itu diumumkan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/10/151029_dunia_cina_anak" platform="highweb"/></link> hari Kamis (29/10).

Kantor berita AP juga memberitakan saham perusahaan penjualan kereta bayi, Goodbaby International, meningkat 2,3% di Hongkong dan saham perusahaan Beingmate Baby & Child Food ditutup menguat 10% di Shenzen.

Mata uang dolar Selandia Baru, negara pengekspor terbesar produk susu ke Cina, juga mengalami peningkatan sejak kebijakan itu diumumkan.

Lesu

Peningkatan ini terjadi di tengah kelesuan penjualan produk makanan bayi dan susu formula <link type="page"><caption> menyusul melemahnya ekonomi Cina</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/10/151019_dunia_ekonomi_cina_tumbuh.shtml" platform="highweb"/></link> dan kampanye mempromosikan pemberian air susu ibu (ASI).

Cina bayi

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Keluarga kecil sudah terlanjur menjadi norma umum di Cina saat ini.

Bulan Juli lalu, harga global untuk susu bubuk sempat jatuh ke tingkat terendah sejak tahun 2009, menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat.

Namun ledakan jumlah bayi atau baby boom diperkirakan tak akan terjadi dalam waktu dekat mengingat keluarga kecil sudah menjadi bagian dari kebudayaan Cina saat ini.

Selain itu, menambah jumlah anak dirasakan sebagai beban ekonomi yang tinggi.