Upaya penyelamatan korban gempa Afghanistan-Pakistan ditingkatkan

Sumber gambar, EPA
Pemerintah Afghanistan dan Pakistan meningkatkan upaya penyelamatan untuk menolong para korban gempa bumi berkekuatan 7,5 pada skala Richter yang mengguncang sejumlah wilayah di kedua negara.
Sejauh ini, regu-regu penyelamat telah dikirim ke kawasan pegunungan terpencil lantaran imbas gempa belum diketahui secara pasti.
Namun, sampai Selasa (27/10), <link type="page"><caption> sedikitnya 260 orang meninggal dunia</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/10/151026_dunia_gempabumi_pakistan" platform="highweb"/></link> dan sekitar 2.000 orang mengalami cedera.
Korban meninggal dunia mencakup 12 siswi sekolah Afghanistan yang terinjak-injak saat mereka mencoba meninggalkan ruang kelas.
“Mereka jatuh dan terinjak sesama pelajar,” kata seorang petugas penangangan bencana Provinsi Takhar kepada kantor berita Reuters.
Kepala Eksekutif Afghanistan, Abdullah Abdullah, mengatakan gempa bumi yang berlangsung pada Senin (26/10) ialah yang terkuat sepanjang beberapa dekade terakhir. Pemerintah, menurutnya, berupaya menyediakan bantuan kepada para korban.

Sumber gambar, Getty

Sumber gambar, Reuters
Pakistan
Selain di Afghanistan, korban gempa juga terdapat di bagian utara Pakistan. Bahkan, dari 260 korban meninggal, 214 di antaranya berasal dari Pakistan.
Di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa saja, aparat mengatakan sedikitnya 179 orang diketahui meninggal dunia dan 1.800 lainnya cedera.
Menteri Informasi Pakistan mengatakan prioritas utama ialah menyelamatkan korban selamat dan operasi penyelamatan akan berlanjut ‘terus-menerus’.
India, Iran, dan pasukan Amerika Serikat di Afghanistan telah menawarkan bantuan. Namun, pemerintah setempat belum meminta bantuan.

Sumber gambar, EPA

Sumber gambar, EPA
Pusat gempa
Berdasarkan laporan Badan Survei Geologi AS (USGS), gempa berpusat di kawasan pegunungan Hindu Kush, 76 kilometer sebelah selatan Faizabad, di Provinsi Badakshan, Afghanistan. Adapun kedalaman pusat gempa berada 200 kilometer di bawah permukaan tanah.
Beberapa jam setelah gempa utama, USGS menyebutkan terjadi sejumlah gempa susulan berkekuatan 4 pada skala Richter atau lebih.
Kedahsyatan gempa tersebut membuat guncangan terasa hingga ke ibu kota India, Delhi. Bahkan, sejumlah bangunan di ibu kota Tajikistan, Dushanbe, turut rusak akibat getaran gempa.
Kawasan Asia Selatan punya sejarah panjang gempa bumi yang disebabkan gesekan lempeng India dan Eurasia. Kedua lempeng bergerak ke arah satu sama lain selebar 4-5 sentimeter per tahun.
Akibatnya, gempa sering terjadi. Pada 2005, gempa berkekuatan 7,6 pada skala Richter di Kashmir yang dikelola Pakistan menimbulkan korban meninggal hingga mencapai 75.000 jiwa.
Lalu, April tahun ini, <link type="page"><caption> Nepal diguncang gempa</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/04/150427_nepal_gempa" platform="highweb"/></link> yang mengakibatkan 9.000 orang meninggal dunia dan sekitar 900.000 rumah rusak atau hancur.









