Bentrokan di Gaza dan Tepi Barat, tiga warga Palestina meninggal

Warga Palestina berdemonstrasi dengan melempar batu ke arah tentara Israel di dekat perbatasan Gaza.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Warga Palestina berdemonstrasi dengan melempar batu ke arah tentara Israel di dekat perbatasan Gaza.

Bentrokan antara tentara Israel dan warga Palestina terjadi di Tepi Barat dan Gaza yang berujung pada kematian tiga orang asal Palestina.

Kementerian Kesehatan di Gaza menyatakan dua dari tiga warga Palestina meninggal dunia akibat peluru yang dilepaskan aparat Israel ketika berupaya membubarkan sejumlah demonstran. Sebelumnya, para demonstran tersebut melempari tentara Israel dengan batu dekat pagar perbatasan Gaza.

Kemudian di Tepi Barat, seorang warga Palestina juga meninggal dunia setelah ditembak tentara Israel. Pihak Israel mengklaim korban berpura-pura menjadi wartawan dan menikam salah seorang serdadu.

Menanggapi aksi kekerasan tersebut, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa menggelar rapat darurat di New York, Amerika Serikat, pada Jumat (/16/10) waktu setempat.

Asisten Sekretaris Jenderal PBB, Taye-Brook Zerihoun, menyambut jaminan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahwa status quo di <link type="page"><caption> tempat suci umat Islam dan Yahudi</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/10/151016_dunia_palestina_bakarsitus_yahudi" platform="highweb"/></link> tidak akan berubah.

Ketegangan antara Israel dan Palestina selama dua minggu terakhir dipicu oleh bentrokan di Jerusalem, di Tepi Barat, dan sepanjang perbatasan Gaza.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Ketegangan antara Israel dan Palestina selama dua minggu terakhir dipicu oleh bentrokan di Jerusalem, di Tepi Barat, dan sepanjang perbatasan Gaza.

Namun, menurut Zerihoun, ‘pernyataan sembrono dari elemen-elemen ekstremis Israel dan Palestina yang diperkuat oleh suara-suara arus utama’ telah menciptakan kesan berbeda.

Zerihoun menyebut faktor kedua yang menyebabkan kekerasan bereskalasi ialah ‘pendekatan kekerasan yang dilakukan aparat keamanan Israel’.

Wakil Duta Besar israel untuk PBB, David Roet, menangkis tudingan itu. Dia mengatakan pihaknya telah ‘merespons secara proporsional’ dalam menghadapi musuh yang ‘berhasrat mati untuk membunuh’.

Bentrokan antara aparat Israel dan warga Palestina terjadi berbagai bagian Tepi Barat, seperti Bethlehem, Ramallah, Tulkarm, dan Nablus.

Anggota Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Hanan Ashrawi, mengatakan Israel membunuhi orang Palestina secara leluasa tanpa konsekuensi.