Kedutaan Rusia di Suriah digranat

suriah

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Warga Suriah berunjuk rasa di luar kedutaan Rusia di Damaskus, mendukung campur tangan Moskow.

Dua granat mengenai kompleks kedutaan besar Rusia di ibu kota Suriah, Damaskus sementara ratusan pengunjuk rasa pendukung pemerintah berdemonstrasi di luar menyatakan dukungan terhadap serangan udara Rusia.

Tidak seorangpun tewas dalam serangan tersebut tetapi wartawan BBC di Damaskus melaporkan sejumlah orang terluka.

Ledakan memicu kepanikan dan asap terlihat membumbung dari kompleks kedutaan.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menggambarkannya sebagai "sebuah serangan teroris".

"Ini...kemungkinan besar ditujukan untuk mengintimidasi para pendukung perang melawan teror dan mencegah mereka menang dalam perjuangan melawan kelompok ekstremis," katanya.

"Bersama-sama dengan pemerintah Suriah, kami sekarang berusaha mengetahui pihak yang bertanggung-jawab."

Dalam sebuah perkembangan terpisah pada hari Selasa (13 Oktober) sebuah laporan<link type="page"><caption> Amnesty International menuduh pasukan Kurdi</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/10/151013_dunia_kurdi_paksa" platform="highweb"/></link> di Suriah utara memaksa penduduk mengungsi dan merusak pemukiman sehingga bisa digolongkan sebagai kejahatan perang.

Amnesti mengatakan pihaknya telah menemukan bukti-bukti "tindakan pelanggaran yang mengkhawatirkan" oleh pasukan YPG -sayap militer Uni Partai Demokrat (PYD)- di sejumlah kota dan desa di provinsi Hassakeh dan Raqqa.